Iran Umumkan Keadaan Mojtaba Khamenei: Terluka namun dalam Kondisi Stabil

Kamis, 12 Maret 2026 – 22:17 WIB

Teheran, VIVA – Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengalami luka-luka tetapi kondisinya sekarang baik, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.

"Dia (Mojtaba) terluka, tapi keadaannya baik. Saya tidak tahu pasti kapan dia akan berikan pidato pertamanya sebagai pemimpin tertinggi," kata Baghaei ke surat kabar Corriere della Sera.

Menurut Baghaei, ada tiga atau empat orang yang bersaing untuk posisi pemimpin tertinggi Iran, tapi mayoritas di Majelis Pakar sudah memilih Khamenei Jr.

Mengenai gencatan senjata, Baghaei menyatakan pihaknya sekarang fokus pada upaya menjaga integritas wilayah dan kedaulatan Iran.

"Pada Juni 2025, setelah 12 hari, Amerika Serikat dan Israel bilang, ‘Mari kita hentikan’; dan kami hentikan. Ajakan gencatan senjata itu cuma sandiwara yang lucu. Makanya sekarang seluruh negeri bertekad untuk membela diri," jelas Baghaei.

Sebelumnya, tepatnya 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Awalnya AS dan Israel klaim serangan mereka perlu untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran. Tapi, mereka kemudian memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena ingin ada perubahan kekuasaan di Iran.

Ayatollah Ali Khamenei, ayah dari Mojtaba, meninggal pada hari pertama operasi militer AS dan Israel tersebut. Republik Islam Iran menyatakan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi AS-Israel itu dan menyerukan deeskalasi serta penghentian permusuhan segera.

Lalu, pada Senin 9 Maret, Majelis Pakar Iran mengonfirmasi bahwa Mojtaba Khamenei telah terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Republik Islam Iran. (Ant)

MEMBACA  TNI Kerahkan 30.864 Personel Dukung Penanganan Banjir Sumatra

Tinggalkan komentar