Korea Utara: Tak Ada Lagi Protes Usai Insiden dengan China di Piala Asia Wanita

Korea Utara akan hadapi Australia di perempatfinal Piala Asia Wanita, dan berjanji tak akan ulangi protes seperti saat laga kontra China.

Dengarkan artikel ini | 2 menit

Diterbitkan Pada 12 Mar 2026

Korea Utara berkomitmen tak akan ada lagi unjuk rasa di pinggir lapangan selama perempatfinal Piala Asia Wanita 2026 mereka melawan Australia pada Jumat, setelah menyebabkan kehebohan saat melawan China.

Tim yang murka itu menolak bermain selama beberapa menit dalam kekalahan 2-1 dari China pada pertandingan grup hari Senin.

Mereka marah saat mantan penyerang Tottenham, Wang Shuang, mencetak gol pada masa injury time babak pertama, dan menuntut wasit untuk meninjau monitor di pinggir lapangan.

Juara tiga kali itu menolak melanjutkan pertandingan selama empat menit diselingi siulan penonton.

“Jika situasi seperti itu terulang lagi dalam pertandingan (Jumat), kami akan mengikuti keputusan wasit dan ofisial pertandingan, serta menghormatinya,” kata pelatih Ri Song Ho kepada wartawan di Perth melalui penerjemah pada Kamis.

Ri mendapatkan kartu kuning atas keterlibatannya dalam keributan tersebut.

Korea Utara bersiap menghadapi penonton yang memihak tuan rumah di Perth Rectangular Stadium, yang mengalahkan mereka lewat adu penalti di final 2010 setelah imbang 1-1.

Hanya Sam Kerr dari Australia yang tersisa sebagai pemain dari pertandingan itu, sementara Korea Utara kini mengandalkan sisi muda dan fisik yang tangguh.

Mereka berusaha mempertahankan momentum usai mempertahankan gelar Piala Dunia U-17 Wanita di Maroko tahun lalu, yang diraih setelah memenangkan Piala Dunia U-20 di Kolombia pada 2024.

Penyerang berbakat Choe Il Son tampil dalam kedua kemenangan itu sebelum beralih ke tim nasional senior.

“Kami tahu Australia tim yang tangguh, jadi besok kami akan memberikan yang terbaik untuk saling mendukung dan tampil di level tertinggi,” ujarnya.

MEMBACA  Tesla memiliki pesaing baru dengan mobil listrik China yang harganya lebih murah dari Model 3.

“Kami punya bakat di sisi kami, dan kami telah mempersiapkan pertandingan ini dengan cermat. Kami antusias menunjukkan kemampuan tim kami di lapangan.”

Tak hanya tiket semifinal yang dipertaruhkan, tetapi juga kualifikasi Piala Dunia 2027, di mana enam finis teratas berhak lolos ke ajang bergengsi di Brasil tersebut.

Tinggalkan komentar