Menteri Kesehatan Serukan Percepatan Skrining dan Survei Kusta

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan perlunya percepatan skrining dan surveilans kusta untuk mengeliminasi penyakit ini, karena Indonesia menempati peringkat ketiga secara global untuk kasus kusta, di bawah India dan Brasil.

Dia mencatat bahwa beberapa tahun lalu, Indonesia mencatat 16.000 kasus kusta. Dia menyebutkan bahwa negara ini seringkali berada di peringkat tinggi untuk penyakit menular, seperti tuberkulosis (TB), dan menekankan bahwa kunci untuk mengatasinya adalah melalui skrining dan surveilans.

“Saya telah mengintegrasikan ini ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG); saya baru saja mereviu nya. Saya menambahkan skrining kusta ke layanan CKG,” ujarnya dalam peringatan Hari Kusta Sedunia di Jakarta pada Rabu.

Menurut dia, masih banyak orang yang malu untuk menjalani skrining karena kusta sering dianggap sebagai kutukan, padahal sebenarnya, ini adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Dia menjelaskan bahwa kusta, serupa dengan TB, telah ada selama ribuan tahun. Karena orang-orang di zaman dulu tidak bisa menjelaskan penyebabnya, akhirnya menjadi mitos tentang hukuman dari Tuhan.

Sadikin lebih lanjut menerangkan bahwa beberapa pejabat merasa malu jika wilayahnya ditemukan memiliki angka kusta yang tinggi. Untuk mendorong penemuan kasus secara aktif, kementerian akan memberikan penghargaan ke daerah yang mengidentifikasi kasus terbanyak.

“Carilah sebanyak mungkin supaya kita bisa obati dengan cepat menggunakan rifampisin. Pengobatannya mirip TB – dengan dapson, bisa sembuh dalam enam bulan,” jelasnya.

Untuk memperkuat upaya eliminasi kusta, dia menegaskan bahwa kementeriannya akan melengkapi surveilans di Indonesia bagian timur dengan sekuensing genom. Ini diperlukan karena beberapa orang di Indonesia timur sensitif terhadap pengobatan dapson.

Dia menambahkan bahwa sekali seseorang didiagnosis kusta, mereka harus mendapat pengobatan segera dan lengkap. Kontak erat juga diberikan profilaksis dan obat pencegahan lainnya, mirip dengan protokol penanganan TB.

MEMBACA  Laptop gaming murah HP Victus 15 adalah pilihan yang bagus, dan sedang dijual untuk Hari Memorial.

Dalam menangani kusta, menteri mencatat bahwa tantangan terbesar tetaplah stigma terhadap para pasien. Akbatnya, mereka sering dipandang sebagai “pendosa”, dikucilkan, atau bahkan mengalami pasung – perlakuan serupa yang dihadapi oleh orang dengan kondisi kesehatan jiwa.

Berita terkait: Pemerintah tambah skrining skabies, kusta, frambusia ke program cek kesehatan

Berita terkait: Duta WHO tegaskan komitmen akhiri kusta di Indonesia

Berita terkait: Indonesia masukkan skrining kusta dalam cek kesehatan gratis

Penerjemah: Mecca Yumna, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar