Perpanjangan Kereta Cepat Whoosh Indonesia Tertunda Menunggu Penyelesaian Utang

Jakarta (ANTARA) – Rencana pemerintah untuk memperpanjang layanan kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) hingga Jawa Timur masih menunggu restrukturisasi keuangan operatornya, PT KCIC, menurut seorang pejabat tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti hal ini, merujuk pada upaya penyelesaian utang KCIC kepada China Development Bank untuk proyek kereta cepat tersebut.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, ia menyebut telah mengadakan pertemuan dengan Kementerian Keuangan dan dana kekayaan negara Danantara Indonesia untuk memajukan rencana perpanjangan Whoosh hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

AHY menekankan, pemerintah memutuskan untuk menyempurnakan rencana sembari mengejar restrukturisasi keuangan di tubuh operator kereta.

Menurutnya, menyelesaikan masalah keuangan KCIC adalah hal penting untuk menyusun dan menjalankan peta jalan perpanjangan rel tersebut.

“Lebih baik kita selesaikan dulu masalah keuangannya, cari solusi terbaik, sebelum lanjut dengan rencana pengembangan,” tegasnya.

Meski ada tantangan, AHY meyakinkan bahwa pemerintah tetap bertekad memaksimalkan penggunaan Whoosh – kereta cepat pertama di Asia Tenggara – untuk kepentingan masyarakat luas.

Ia yakin realisasi rencana ini tidak hanya memangkas waktu perjalanan Jakarta-Jawa Timur secara signifikan, tapi juga mendorong pertumbuhan di wilayah-wilayah yang terhubung.

“Jika perjalanan kereta dari Jakarta ke Surabaya bisa ditempuh sekitar tiga jam, ini akan mengubah peta pembangunan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur,” tutur AHY.

Berkaca pada dampak positif kereta api, pemerintah awalnya berencana memperpanjangnya ke Surabaya. Presiden Prabowo Subianto kemudian mengungkap target lebih jauh, yaitu menghubungkan jalur hingga Banyuwangi, kabupaten paling timur di Pulau Jawa.

Dalam konferensi pers November 2025, Presiden menyatakan Whoosh “membantu mengurangi kemacetan, polusi udara, dan waktu tempuh.”

MEMBACA  Iran Mengutuk Pernyataan G7 mengenai Serangan Rudal Teheran ke Israel sebagai Bias

Dengan demikian, presiden menegaskan komitmennya untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan sistem transportasi massal ini dalam jangka panjang.

Beliau juga telah menugaskan AHY untuk mengawasi pelaksanaan rencana perpanjangan tersebut.

Berita terkait: Purbaya sebut belum ada pembicaraan baru soal utang kereta Whoosh

Berita terkait: KAI pastikan kesiapan perluasan jalur Whoosh ke Jawa Timur

Berita terkait: Danantara bagi peran dengan pemerintah selesaikan masalah utang Whoosh

Penerjemah: Maria C, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar