Salah satu masalah utama dalam penggunaan AI image tools adalah sulitnya mengedit hasilnya setelah gambar tercipta. Ini menjadi kendala khususnya bagi mereka yang memanfaatkan AI dalam pekerjaannya, yang perlu menyempurnakan kesalahan kecil dan menyesuaikan banyak gambar sekaligus. Pembaruan AI terbaru dari Canva merupakan upaya solusi paling ambisius yang kami lihat sejauh ini.
Fitur baru Canva, Magic Layers, mampu menganalisis dan memecah gambar AI ke dalam format yang dapat diedit. Anda dapat mengunggah gambar AI apa pun—tidak harus dibuat di Canva—dan model desain AI akan mengubahnya menjadi proyek yang bisa diedit seperti biasa. Kedengarannya sederhana, namun teknologi di baliknya cukup kompleks, melibatkan pengenalan dan pembedaan piksel dari berbagai elemen desain seperti latar belakang, karakter, teks, dan sebagainya.
"Magic Layers menjembatani kesenjangan dari gambar datar yang dihasilkan alat AI lain, menjadikannya desain terstruktur lengkap yang dapat diedit," ujar Anna Wood, Kepala Pemasaran Produk Canva. Setelah program memahami dan memecah gambar AI menjadi elemen-elemen individual, masing-masing dapat diedit sesuai keinginan pengguna.
Misalnya, sebuah agensi pemasaran perlu membuat 10 versi berbeda dari poster kampanye yang sama, masing-masing disesuaikan untuk kota tertentu. Dengan Magic Layers, Anda dapat mengunggah desain buatan AI, meminta AI menganalisisnya—biasanya dalam waktu kurang dari satu menit—dan Canva akan mengubah desain itu menjadi proyek Canva tradisional.
Aplikasi ini menggunakan kesadaran kontekstual terhadap gambar untuk membuat lapisan, memanfaatkan AI untuk mengisi celah di antara elemen yang sebelumnya tertutup. Ini memungkinkan Anda mengubah warna latar, menerapkan filter foto, dan mengganti teks—editan sederhana yang hanya butuh beberapa detik di Canva, namun hampir mustahil untuk direplikasi secara konsisten oleh generator gambar AI.
Alat magic layers baru ini tersedia untuk semua pengguna Canva mulai hari Rabu. Fitur ini berpotensi memecahkan masalah besar bagi para kreator AI.
—
Mengapa Hal Ini Penting bagi Kreator
Canva, seperti Adobe dan perusahaan perangkat lunak kreatif lainnya, telah menjalani perjalanan panjang mengintegrasikan AI. Daya tarik Canva mirip dengan AI kreatif: keduanya menjanjikan kemudahan bagi pemula, atau mereka yang kurang memiliki bakat artistik, untuk menciptakan konten berpenampilan profesional tanpa memerlukan banyak pengetahuan teknis. Canva telah memenangkan penggemar berkat editing suite-nya yang mudah digunakan, sementara AI kreatif masih jauh lebih kontroversial di kalangan kreator.
Bagi mereka yang ingin menggunakan AI, model multi-lapisan Canva merupakan langkah maju yang signifikan.
Pembaruan ini adalah langkah menuju AI yang praktis untuk kreator. Pada tahun-tahun awal, banyak dari AI kreatif berkutat pada mengajarkan trik kepada kreator untuk mendapatkan hasil terbaik—seperti menulis prompt terbaik, menyesuaikan pengaturan, berganti model, dan sebagainya. Kini, dengan teknologi AI baru yang mampu memproses gambar AI statis ke dalam format baru yang dapat diedit, kreator dapat berhenti membuang waktu untuk menghasilkan ulang hasil yang buruk dan membuat perubahan yang mereka inginkan sendiri.
Momen terkini dalam evolusi AI kreatif ini unik. Perusahaan AI non-kreatif lain mendorong orang untuk menyerahkan tugas-tugas tertentu kepada AI agents seperti Claude Cowork. Namun, para kreator justru menginginkan kendali yang lebih langsung, bukan sebaliknya. Teknologi seperti magic layers Canva memberikan mereka kekuatan tersebut. Hal ini kemungkinan akan sangat memengaruhi bagaimana seorang kreator individu, bisnis, atau bahkan korporasi besar seperti studio film memutuskan untuk berinvestasi dalam AI.