JAKARTA – PT Pertamina International Shipping (PIS) menegaskan bahwa video yang memperlihatkan dua kapal tanker miliknya berhasil melintasi Selat Hormuz adalah informasi tidak benar atau hoax.
Pejabat Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan bahwa sampai saat ini dua kapal tanker Pertamina masih terjebak di Selat Hormuz dan belum bisa keluar dari Teluk Arab akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
"Dua kapal Pertamina International Shipping, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab. Kondisi kapal dan seluruh kru dalam keadaan aman," ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu (11/3/2026).
Vega menjelaskan, PIS terus melakukan pemantauan intensif 24 jam secara real-time terhadap posisi semua armada dan kru. Hal ini mengingat belum ada tanda-tanda kapal-kapal asal Indonesia bisa melewati Selat Hormuz dengan aman.
"Kami juga berkoordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat untuk memastikan keamanan kru, kapal, dan juga muatan yang dibawa," kata Vega.
Ia menambahkan, meskipun ada kapal yang terjebak, rantai pasok dan distribusi energi tetap berjalan solid. Hal ini didukung oleh setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan Pertamina Group, baik di perairan internasional maupun Indonesia.
Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan dua tanker Pertamina telah berhasil melintasi Selat Hormuz. Namun, video tersebut ternyata adalah buatan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.