BGN Tangguhkan 1.512 Dapur Umum Gratis di Jawa Usai Evaluasi

Jakarta (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) untuk sementara menghentikan operasional 1.512 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Pulau Jawa. Hal ini dilakukan setelah evaluasi terhadap standar operasional dan kesiapan infrastruktur.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, dalam keterangannya pada Rabu, menyatakan bahwa penangguhan ini merupakan bagian dari upaya penertiban program MBG. Tujuannya agar semua fasilitas operasional memenuhi standar kesehatan, sanitasi, dan tata kelola yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data evaluasi, dapur MBG yang ditangguhkan—secara resmi disebut Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG)—tersebar di beberapa provinsi di Jawa: 50 unit di Jakarta, 62 di Banten, 350 di Jawa Barat, 54 di Jawa Tengah, 788 di Jawa Timur, dan 208 di Yogyakarta.

Dewantoro menjelaskan, penangguhan ini dilakukan karena beberapa unit belum memenuhi persyaratan operasional dasar. Salah satunya adalah belum memiliki Sertifikat Kelayakan Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 1.043 unit belum mendaftarkan diri untuk memperoleh sertifikat yang diperlukan. Selain itu, BGN menemukan 443 unit tidak memiliki sistem pengolahan air limbah yang memenuhi standar.

Masalah lain yang teridentifikasi adalah tidak tersedianya tempat tinggal bagi kepala unit, ahli gizi, dan akuntan di beberapa lokasi layanan. Kondisi ini ditemukan di 175 unit, yang terdiri dari 36 di Banten, 86 di Yogyakarta, 24 di Jawa Barat, 10 di Jawa Tengah, dan 19 di Jawa Timur.

BGN akan memberikan pembinaan dan verifikasi bagi unit-unit terdampak agar dapat segera memenuhi seluruh persyaratan.

“SPPG yang ditangguhkan dapat beroperasi kembali secara bertahap setelah memenuhi semua persyaratan dan standar operasional yang diperlukan,” ujarnya.

Menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025. Program ini bertujuan memperbaiki status gizi balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah hingga tingkat SMA.

MEMBACA  Gibran Memperkenalkan Makan Gratis di SD Surabaya, Murid Merespons Dengan Antusias & Bahagia

Pemerintah berencana memperluas program ini tahun ini untuk mencakup lansia dan penyandang disabilitas.

Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Pangan per 27 Februari 2026, program makanan gratis telah menjangkau 61,2 juta penerima manfaat di 38 provinsi, yang dilayani oleh 24.368 SPPG.

Berita terkait: Menteri sebut program MBG telah mencakup 97% sekolah menengah

Berita terkait: BGN minta SPPG unggah menu program makan gratis di media sosial

Berita terkait: Pemerintah: Program Makanan Bergizi Gratis tidak kurangi anggaran pendidikan

Penerjemah: Lintang Budiyanti, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar