Puan Dukung Pembatasan Usia Anak untuk Bermedia Sosial: Kondisi Kini Dinilai Sudah Kebablasan

Rabu, 11 Maret 2026 – 05:47 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang melarang anak-anak dibawah 16 tahun punya akun di platform media sosial.

“Melalui komisi terkait, DPR mendukung apa yang sudah dilakukan oleh kementerian untuk membatasi medsos buat anak-anak,” kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Rabu, 11 Maret 2026.

Puan menyambut baik pembatasan usia bermedsos ini. Menurut dia, kebebasan pakai medsos oleh anak-anak sudah kebablasan.

“Karena saat ini kebebasan medsos yang terlalu bebas tentu kurang baik juga bagi anak-anak, jadi hal itu harus dievaluasi lagi,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melarang anak di bawah 16 tahun punya akun di platform media sosial dan digital yang dinilai berisiko tinggi.

Kebijakan ini ada di Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari PP Tunas. Kebijakan ini mulai berlaku pada 28 Maret 2026 mendatang.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan kebijakan ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi anak di platform digital.

Kebijakan akan diterapkan bertahap, mulai dari platform YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox.

Meutya bilang, keputusan ini diambil karena ancaman di ruang digital untuk anak-anak semakin nyata. Contohnya, pornografi, perundungan siber, penipuan online, sampai kecanduan digital.

“Kami paham langkah ini mungkin bikin tidak nyaman di awal. Tapi pemerintah tidak bisa diam saja ketika masa depan anak-anak dipertaruhkan,” ujarnya.

Pemerintah memastikan tanggung jawab perlindungan anak ada pada platform yang mengelola ruang digital, agar orang tua tidak menghadapi tantangan ini sendirian.

MEMBACA  Pemerintah Janji Bantu Petani Aceh Pascabanjir Hancurkan Lahan

“Teknologi harus memanusiakan manusia, bukan mengorbankan masa kecil anak-anak kita,” pungkas Meutya.

Tinggalkan komentar