Peningkatan Rasio Pajak terhadap PDB hingga 11%: Insentif untuk Pejabat sebagai Strategi Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan bonus untuk seluruh pegawai pajak dan bea cukai jika mereka berhasil meningkatkan rasio pajak terhadap PDB Indonesia menjadi sekitar 11 persen pada tahun 2027.

"Jika penerimaan naik dengan rasio pajak, misalnya, mendekati 11 persen tahun depan, saya akan meminta Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk memberikan bonus untuk kalian semua," ujarnya kepada staf di lingkungan kementerian saat pelantikan pejabat eselon II di Jakarta, Selasa.

Dengan itu, Purbaya mendorong semua pejabat di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk bekerja sebaik mungkin sambil menjunjung tinggi integritas guna meningkatkan penerimaan negara.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah memilih untuk menaikkan rasio pajak terhadap PDB sebagai salah satu inisiatif utama untuk memperluas ruang fiskal. Hal ini, pada gilirannya, diharapkan dapat memungkinkan pengeluaran yang lebih tinggi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, bendahara negara itu mencatat bahwa kementeriannya mengerahkan upaya lebih besar dalam digitalisasi layanan, terutama melalui penerapan sistem administrasi pajak, Coretax, yang dia sebut telah berkontribusi pada peningkatan penerimaan pajak sebesar 30 persen.

Dia menambahkan bahwa program digitalisasi akan diperluas ke kantor bea cukai, dengan menyebut rencana untuk meningkatkan sistem pemantauan dan memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha. Harapannya, ini dapat mengurangi risiko kebocoran dalam penerimaan negara.

Dalam kesempatan itu, Purbaya menekankan bahwa membangun kapasitas SDM sama pentingnya dengan efektivitas sistem, yang pada akhirnya bergantung pada kualitas sumber daya manusia.

"Sebuah sistem, betapapun canggihnya, pada akhirnya akan gagal jika dikelola oleh personel yang integritasnya tidak teruji," tegasnya.

Dia lebih lanjut mengingatkan stafnya bahwa kinerja penerimaan negara akan selalu menjadi sorotan publik. Dicatatnya bahwa kesalahan untuk tren yang kurang memuaskan seringkali jatuh pada mereka yang mengelola pajak, bea, dan cukai.

MEMBACA  Pentingnya Peran Yordania dalam Perdamaian dan Dukungan untuk Palestina

Menteri mengakhiri dengan mengungkapkan rencana untuk meningkatkan pengawasan terhadap unit kerja, memperkuat koordinasi internal, dan mengintensifkan inspeksi langsung setelah Lebaran untuk memastikan kementerian tetap berada di jalur yang benar.

Berita terkait:

Tinggalkan komentar