Muslim Mode Bertemu Nuansa Musim Semi di Atas Runway

Selasa, 10 Maret 2026 – 20:17 WIB

Jakarta, VIVA – Bulan Ramadhan sering jadi momen penting buat industri modest fashion di Indonesia. Nggak cuma waktu untuk luncurkan koleksi busana baru, tapi juga jadi ruang buat para desainer eksplor kreativitas mereka, yaitu memadukan nilai spiritual dengan estetika mode.

Nuansa ini bisa dirasain di acara Ramadan Runway 2026 yang baru saja dibuka di Grand Atrium, Ground Floor, Kota Kasablanka, pada Jumat, 6 Maret 2026. Acara tahunan hasil kolaborasi Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta dan pusat perbelanjaan ini mengangkat tema “Blooming Ramadan”. Artinya apa? Scroll terus ya biar tau lebih lanjut!

Tema ini diwujudkan lewat konsep visual yang terinspirasi dari musim bunga yang lagi mekar. Hiasan bunga warna-warni cerah bukan cuma menghiasi panggung utama, tapi juga berbagai area pameran. Hasilnya, atmosfer yang terasa meriah dan hangat buat pengunjung.

Menurut Ketua APPMI Jakarta, Dana Duriyatna, tema ini dipilih sebagai metafora untuk gambarkan suasana Ramadhan yang penuh keindahan dan pertumbuhan spiritual.

“Ramadan Runway diadakan tiap tahun untuk membangun sektor ekonomi kreatif, khususnya industri mode lokal. Caranya dengan utamakan upaya eksploratif, edukatif, dan promosi berkelanjutan dalam sambut bulan suci Ramadhan yang indah dan puitis bagaikan musim bunga yang bermekaran,” kata Dana Duriyatna dalam keterangannya, dikutip Selasa 10 Maret 2026.

Ramadan Runway 2026 menampilkan lebih dari 60 desainer dan sekitar 80 tenant lokal yang pamerkan berbagai koleksi modest fashion terbaru. Acara ini berlangsung hampir sebulan, dari 5 sampai 29 Maret 2026, dengan serangkaian kegiatan yang tersebar di Grand Atrium, Mosaic Walk, dan Fashion Atrium di Kota Kasablanka.

MEMBACA  "Welcome to Derry" Pantas Mendapat Musim Kedua

Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono, tekankan bahwa organisasinya sudah lama dorong pengembangan modest fashion sebagai bagian penting dari identitas industri mode nasional.

“Komitmen untuk pacu pengembangan modest fashion di Indonesia tidak pernah pudar sampai sekarang. Malah makin kuat karena modest fashion lokal seharusnya jadi tuan rumah di negeri sendiri. Dengan perpaduan unik antara busana muslim dan berbagai kearifan lokal Nusantara, terbentuklah karakteristik yang punya unique selling point di pasar global,” jelas Poppy Dharsono.

Keberagaman inspirasi itu keliatan dari koleksi yang ditampilin oleh para desainer, seperti Abeey by Ariy Arka, Bella Hasura, Clue, Defrico Audy, Dimas Mahendra, Erdan, Jeny Tjahyawati, Koyko, Kunce Manduapessy, Leny Rafael, Malik Moestaram, Musa Widyatmodjo, Nanie Rachmat, Nieta Hidayani, sampai Yuni Pohan.

Tinggalkan komentar