Harga minyak berfluktuasi tajam seiring reaksi pasar terhadap setiap dinamika konflik.
Perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu guncangan pasokan energi terbesar dalam beberapa dekade.
Selat Hormuz praktis tertutup, dan serangan-serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah terus berlangsung, menggoyang pasar minyak global.
Dari warga Amerika yang mengisi bensin di SPBU hingga pabrik-pabrik Eropa dan perekonomian Asia, dampaknya mulai terasa.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kenaikan harga minyak adalah “harga yang sangat kecil” untuk “keamanan dan perdamaian”. Namun, para investor mengingatkan bahwa jika konflik berkepanjangan, terdapat risiko stagflasi.
Diterbitkan pada 10 Mar 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial