Australia Menampung Lima Pemain Timnas Putri Iran

loading…

Lima pemain timnas sepak bola wanita Iran telah mendapat visa kemanusiaan dari pemerintah Australia setelah tim mereka tersingkir dari Piala Asia Wanita AFC. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran akan keselamatan para pemain setelah mereka menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Iran sebelum pertandingan melawan Timnas Korea Selatan pekan lalu.

Menteri Imigrasi Australia, Tony Burke, menyatakan kelima pemain tersebut telah dipindahkan ke lokasi yang aman dengan bantuan polisi setempat sebelum visa kemanusiaan mereka disetujui.

Ini adalah wujud keberanian yang sesungguhnya.

Tim nasional sepak bola wanita Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan Republik Islam sebelum pertandingan pembukaan Piala Asia Senin malam. Pelatih kepala, Marziyeh Jafari, terlihat tersenyum saat tim berdiri dalam keheningan. pic.twitter.com/OSs5ygxXLh

— Republicans against Trump (@RpsAgainstTrump) 3 Maret 2026

Kelima pemain yang menerima perlindungan itu adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.

“Mereka ingin menegaskan bahwa mereka bukanlah aktivis politik. Mereka atlet yang hanya ingin merasa aman,” ujar Burke.

Berawal dari Aksi Protes Lagu Kebangsaan

Kontroversi muncul setelah para pemain Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan melawan Korea Selatan. Tindakan tersebut memicu kritik pedas di Iran.

Seorang komentator konservatif bahkan menyebut mereka sebagai “pengkhianat di masa perang” dan mendesak agar diberikan hukuman yang berat.

Situasi ini membuat para pendukung khawatir keselamatan para pemain akan terancam jika mereka pulang ke Iran. Awalnya, para pemain dijadwalkan kembali setelah turnamen selesai.

https://gcgjournal.georgetown.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=JCPypuw1

MEMBACA  Meta Alami Gangguan saat Demo Ricuh di Polda dan Mako Brimob Kwitang

Tinggalkan komentar