Cara Melacak Misi Artemis II Secara Real-Time dengan Alat Baru NASA

Lebih dari setengah abad sejak para astronaut terakhir meninggalkan jejak kaki di permukaan bulan, umat manusia bersiap untuk kembali ke sana. Kegembiraan seputar program Apollo NASA dulu memikat dunia, dan kini NASA berharap dapat membangkitkan kembali rasa kagum yang sama dengan upaya lunar modernnya, yaitu program Artemis.

Peluncuran Artemis II NASA dijadwalkan untuk pekan pertama April. Ini akan menjadi misi berawak pertama ke bulan sejak 1972, dan seharusnya menjadi pencapaian yang cukup signifikan bagi program Artemis. Sekarang, NASA telah merilis alat baru yang memungkinkan publik melacak Artemis II secara real time.

Program Artemis adalah upaya jangka panjang NASA untuk mengembalikan manusia ke bulan dan membangun kehadiran berkelanjutan di sana untuk pertama kalinya sejak program Apollo. Program ini bertujuan untuk mendaratkan astronaut di dekat kutub selatan bulan, mengembangkan teknologi baru untuk eksplorasi jangka panjang, dan menggunakan bulan sebagai batu loncatan untuk misi masa depan ke Mars.

Artemis Real-time Orbit Website, yang dijuluki AROW, sudah tersedia untuk publik, meskipun belum banyak yang bisa dilihat karena peluncurannya masih beberapa pekan lagi. AROW juga tersedia langsung dari aplikasi NASA jika Anda menggunakan perangkat seluler. Situs ini memungkinkan publik memvisualisasikan data yang dikumpulkan oleh sensor di kapsul Orion dan dikirim ke Pusat Kontrol Misi di Johnson Space Center NASA di Houston.

Situs webnya mudah dinavigasi. Anda akan melihat representasi visual dari progres Artemis II, termasuk kecepatannya, jarak dari Bumi, dan jarak ke bulan. Pengguna aplikasi seluler mendapatkan semua hal di atas, ditambah dengan pelacak realitas tertambah tambahan yang memungkinkan Anda mengarahkan ponsel ke langit dan melihat di mana posisi Artemis II relatif terhadap lokasi Anda di Bumi. Cara kerjanya mirip dengan Google Star Map dan aplikasi pengamatan bintang lainnya yang menggunakan teknologi serupa.

MEMBACA  Tipuan konten tersembunyi membuat ChatGPT menulis ulang hasil pencarian, Guardian tunjukkan

Menurut NASA, pelacakan akan tersedia setelah kapsul Orion terpisah dari tahap atas roket, yang diperkirakan sekitar 3 jam setelah peluncuran bulan April mendatang. Situs tersebut kemudian akan memperbarui informasinya secara real time sepanjang misi yang berlangsung 10 hari itu.

NASA juga menyediakan data penerbangan untuk diunduh sehingga orang-orang yang tertarik untuk membuat konten mereka sendiri, seperti visualisasi atau aplikasi pelacakan, dapat melakukannya. Data tersebut akan mencakup berbagai hal, termasuk *state vectors*, yaitu data yang “menggambarkan dengan tepat di mana Orion berada dan bagaimana ia bergerak.” Data yang sama akan digunakan NASA untuk mempelajari Orion dan membuat perbaikan untuk misi Artemis di masa depan.

Tanggal peluncuran pasti untuk Artemis II belum ditetapkan, tetapi badan antariksa tersebut berencana meluncurkan misi itu paling cepat pada 1 April. Peluncuran ini awalnya dijadwalkan pada bulan Februari, namun berkali-kali ditunda karena kebocoran hidrogen dan masalah aliran helium. NASA menyatakan kedua masalah tersebut telah diperbaiki.

Tinggalkan komentar