Tahun-Tahun Menggunakan Tor, Kini Beralih ke Ponsel Android—Ini Alasannya

Elyse Betters Picaro/ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.

Poin Penting ZDNET

  1. Tor Browser menawarkan privasi tingkat tertinggi.
  2. Anda dapat menggunakan Tor Browser di perangkat Android.
  3. Peramban web berfokus privasi ini gratis untuk diinstal dan digunakan.

    Saya sangat memperhatikan keamanan dan privasi. Di komputer desktop, saya menggunakan Linux karena saya percaya kemampuannya melindungi saya. Namun Linux tak dapat membantu saat saya bergerak, dan meskipun Android cukup baik dalam mengamankan data, selalu ada cara untuk meningkatkannya.

    Belakangan, saya menjadikan Tor Browser sebagai peramban bawaan di Android. Walau peramban ini bukan tanpa kekurangan, saya yakin ia dapat menjaga privasi dan anonimitas saya—jauh lebih baik daripada Chrome.

    Jika Anda belum memahami apa itu Tor Browser, izinkan saya jelaskan.

    Apa Itu Tor Browser?

    Tor Browser adalah peramban web yang tersedia untuk Linux, macOS, Windows, Android, dan iOS. Tujuannya adalah menjaga anonimitas, privasi, dan perlindungan Anda. Tor bekerja dengan menghubungkan Anda ke Tor Network (atau "Onion Router"), yang merutekan lalu lintas jaringan melalui sistem relai berbasis sukarelawan, sembari mengenkripsi data serta mengaburkan lokasi, alamat IP, dan kebiasaan penelusuran Anda.

    Baca juga: Saya menemukan cara paling privat dan aman untuk menjelajah web — dan itu bukan mode penyamaran.

    Tor Browser tak tertandingi dalam hal privasi dan keamanan. Meski VPN yang Anda gunakan mungkin lebih cepat, ia tidak seprivasi Tor Network. Selalu gunakan Tor saat Anda menginginkan privasi maksimal. Selalu.

    Lebih baik lagi, Anda dapat menggabungkan VPN dengan Tor untuk koneksi paling privat melalui peramban web.

    Alasan utama menggunakan Tor Browser di Android antara lain:

    • Anonimitas dan privasi: Menyembunyikan alamat IP dan lokasi dari situs web, ISP, dan pemerintah.
    • Melewati sensor: Memungkinkan akses ke konten atau situs yang dibatasi hukum atau penyedia layanan setempat.
    • Mengakses situs .onion: Diperlukan untuk mengakses layanan onion tersembunyi yang terdesentralisasi dan hanya bisa diakses lewat Tor. Situs ini sering digunakan untuk privasi, jurnalisme, atau menghindari sensor.
    • Pencegahan pelacakan: Tor mencegah pelacak mengumpulkan data dan menghapus cookie serta riwayat setelah setiap sesi.

      Baca juga: Cara menghapus cache Google Search di Android (dan mengapa itu penting bagi saya).

      Saya telah lama menggunakan Tor Browser di desktop, namun baru belakangan ini mengadopsinya sebagai bawaan di Android.

      Mendapatkan Tor untuk Android

      Anda dapat menginstal Tor Browser langsung dari Google Play Store secara gratis — cukup buka aplikasi Play Store, cari Tor Browser, dan ketuk Install.

      Menginstal Tor Browser hanya sejauh satu ketukan.

      Jack Wallen/ZDNET

      Setelah terinstal, buka Tor Browser dari App Drawer, dan Anda siap meluncur.

      Menggunakan Tor di Android

      Menggunakan Tor di Android sederhana. Saat membuka peramban, Anda akan dihadapkan pada halaman yang meminta untuk terhubung ke Tor Network.

      Anda dapat terhubung secara manual (setiap kali membuka Tor Browser) atau mengaktifkan koneksi otomatis dengan menggeser tombol On/Off di opsi "Always connect automatically" hingga posisi On.

      Saya lebih memilih opsi koneksi manual agar memiliki kendali penuh.

      Jack Wallen/ZDNET

      Setelah terhubung ke Tor Network, Anda dapat menggunakan Tor Browser seperti peramban web biasa.

      Beberapa Catatan

      Tak ada yang sempurna, dan Tor Browser memiliki beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

      Pertama, beberapa situs mungkin menolak akses saat menggunakan Tor Browser. Alasannya, Anda bisa terhubung ke relai Tor Network yang menyamarkan IP dan lokasi Anda di negara yang tidak diizinkan mengakses. Misalnya, saya menguji Tor Browser di berbagai situs saat terhubung ke Tor Network dan menemui situs seperti ms.now menolak akses. Jika saya memutuskan dari Tor Network, akses ke situs-situs tersebut normal kembali.

      Baca juga: 6 peramban kurang dikenal yang lebih baik daripada Chrome.

      Selain itu, Anda tidak dapat mudah mengganti relai (seperti di versi desktop). Untuk mengganti relai, Anda harus memutuskan dan menyambung kembali ke Tor Network. Pun begitu, belum tentu Anda akan terhubung ke relai di negara yang diizinkan mengakses situs yang Anda gunakan. Ini agak seperti undian—tidak ada cara mudah untuk mengetahui lokasi relai Tor Anda.

      Terakhir, seperti VPN, menggunakan Tor Network akan memperlambat koneksi ke situs web. Dibandingkan VPN, Tor Network terasa lebih lambat. Itulah kompensasi yang Anda dapatkan untuk privasi ekstra.

      Meski dengan perlambatan dan akses yang terkadang terhambat, saya memilih menjadikan Tor Browser sebagai bawaan. Saya rasa sedikit kerumitan tersebut sepadan dengan privasi tambahan yang didapat.

      Jika Anda ingin meningkatkan privasi di Android, saya sangat merekomendasikan Tor Browser. Anda tak harus menjadikannya bawaan; cukup gunakan untuk situs-situs yang memerlukan lapisan privasi ekstra.

MEMBACA  Penggemar 'Cloud Atlas'? Jangan Lewatkan Film Dokumenter Baru Ini

Tinggalkan komentar