Dipublikasikan pada 8 Mar 20268 Mar 2026
Klik untuk membagikan di media sosial
share2
plus2googleTambahkan Al Jazeera di Googleinfo
Kepulan asap pekat telah menyelimuti cakrawala Tehran pasca pasukan Israel menghantam infrastruktur minyak Iran, menewaskan setidaknya empat orang, seiring perang AS terhadap Iran yang berlanjut.
Kampanye militer bersama Israel-Amerika melawan Iran memasuki hari kesembilan pada Minggu, dengan korban jiwa di Iran melampaui 1.300 orang dan lebih dari 390 di Lebanon. Israel melaporkan sekitar selusin korba di dalam perbatasannya.
Pemboman pada Sabtu lalu membakar empat fasilitas penyimpanan minyak dan sebuah pusat transfer produksi minyak di Tehran serta provinsi Alborz yang bertetangga, menurut agensi berita Fars. Media negara Iran menggambarkan operasi tersebut sebagai “serangan dari AS dan rezim Zionis”.
Sasaran yang dituju mencakup gudang minyak Aghdasieh di Tehran timur laut, kilang minyak Tehran di selatan, depot minyak Shahran di Tehran barat, serta fasilitas penyimpanan minyak di kota Karaj. Saksi mata melaporkan aliran minyak dari depot Shahran menggenangi jalan-jalan sekitarnya.
Galeri ini mendokumentasikan dampak di Iran pasca serangan udara AS dan Israel sejak kedua negara melancarkan perang pada 28 Februari.