Instruksi Polisi: Aplikasi Tombol Panik Wajib untuk Keselamatan Pengemudi Layanan Transportasi Daring

Jakarta (ANTARA) – Kapolri telah memberi perintah kepada polisi daerah untuk mengembangkan aplikasi panic button bagi pengemudi ojek online, bertujuan meningkatkan keselamatan pengemudi yang rentan terhadap kejahatan jalanan.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan aplikasi ini dimaksudkan untuk melindungi pengemudi ojek online, atau yang biasa disebut ojol, dari potensi tindak kriminal.

“Untuk melindungi driver ojek online yang mungkin menjadi korban perampokan dengan kekerasan, saya minta kapolda segera menyiapkan aplikasi panic button,” ujar Listyo dalam pernyataan pada Minggu.

Ia menyampaikan instruksi tersebut saat memimpin apel rutin keamanan yang melibatkan pengemudi ojek online dan buruh di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang.

Listyo menegaskan Polri berkomitmen memperkuat langkah keamanan bagi pengemudi ojek online, yang sering menghadapi risiko saat bekerja di jalanan kota.

Fitur panic button diharapkan memungkinkan pengemudi untuk cepat mengirim sinyal bahaya kepada pihak berwajib jika mengalami ancaman seperti perampokan atau kekerasan lainnya.

“Aplikasi ini bertujuan melindungi rekan-rekan driver ojek online agar tidak menjadi korban kejahatan di jalan,” katanya.

Selain fitur keamanan, polisi berencana menyediakan beberapa fasilitas pendukung untuk pengemudi ojek online di berbagai daerah.

Menurut Listyo, inisiatif ini akan mencakup layanan seperti perawatan motor gratis dan area istirahat khusus bagi pengemudi.

Polisi juga akan menyiapkan fasilitas pelayanan publik dimana pengemudi bisa mengakses pemeriksaan mekanik gratis dan bantuan lainnya.

“Lebih lanjut, saya juga minta agar di setiap daerah dibangun fasilitas untuk memberikan layanan seperti bengkel gratis, kafe driver ojol, dan program kemitraan lanjutan antara Polri dan pengemudi ojek online,” ujarnya.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk memperkuat kerjasama antara polisi dan komunitas pengemudi ojek online.

MEMBACA  Finlandia Tolak Jaminan Keamanan ala Pasal 5 NATO untuk Ukraina

Ojek online memainkan peran besar dalam sistem transportasi perkotaan Indonesia, melayani jutaan penumpang setiap hari dan memberikan pekerjaan bagi banyak pekerja informal.

Saat memimpin apel di Palembang, Listyo juga mendorong pengemudi ojek online dan pekerja untuk menjaga persatuan serta membantu menjaga stabilitas nasional.

Berita terkait: Pengemudi ojek kembali diserang dengan parang di Papua Tengah

Berita terkait: Separatis Papua bunuh tiga pengemudi ojek: militer

Penerjemah: Laily, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026