China menolak perubahan rezim di Iran lewat perang. Foto/X/@CVN78_GRFord
TEHERAN – China mengingatkan agar tidak ada upaya untuk ganti pemerintahan di Iran di tengah serangan AS-Israel yang masih berlangsung. Mereka menyatakan langkah seperti itu tidak akan didukung oleh masyarakat.
“Merencanakan revolusi ‘warna’ atau mencoba mengganti pemerintahan tidak akan dapat dukungan rakyat,” ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam konferensi pers saat pertemuan tahunan penting di Beijing, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua pada Minggu.
China Tolak Perubahan Rezim di Iran dengan Perang, Ini 4 Alasannya
1. Cegah Konflik Meluas
Wang juga menyerukan agar kedaulatan Iran dan semua negara dihormati, serta mendesak “penghentian cepat operasi militer” di Timur Tengah untuk mencegah konflik makin meluas.
“Ini perang yang seharusnya tak terjadi, dan perang ini tidak menguntungkan siapapun,” kata Wang. “Kekerasan bukan solusi, konflik bersenjata hanya akan menambah kebencian dan memicu krisis baru.”
2. Tinju Kuat Bukan Berarti Akal Sehat
Masyarakat Timur Tengah adalah pemilik sah wilayahnya, dan urusan kawasan harus ditentukan oleh negara-negara di sana secara mandiri, tegasnya. Dia mendesak tidak ada campur tangan dalam urusan internal.
“Tinju yang kuat tidak menandakan akal yang kuat. Dunia tidak bisa kembali ke hukum rimba,” ujarnya kepada para wartawan.
3. Kembali ke Meja Perundingan
Wang mendesak “semua pihak” untuk kembali ke meja perundingan “secepatnya” guna menyelesaikan perbedaan lewat dialog dan berupaya wujudkan keamanan bersama.