Anggota Dewan Desak Pemerintah Siapkan Peta Jalan Ekspor Beras

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman mendesak pemerintah Indonesia untuk menyiapkan peta jalan ekspor beras, menyusul stok nasional yang mencapai 3,53 juta ton pada akhir Desember 2025.

“Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah menurunkan biaya produksi dan meningkatkan kualitas agar bisa bersaing dengan negara penghasil beras lain dan merebut potensi pasar global,” katanya di Jakarta, Minggu.

Dia mencatat, terkait penurunan biaya produksi, seorang petani inovatif dari Sumatra Barat bernama Djoni telah mengembangkan metode bernama Sawah Pokok Murah.

Menurutnya, metode ini telah diuji di semua kabupaten dan kota di Sumatra Barat, dan hasilnya setara dengan metode konvensional meski biayanya lebih rendah.

Lukman menjelaskan, teknik ini tidak memerlukan pengolahan tanah, yang biasanya menjadi biaya tertinggi dalam pertanian.

Selain itu, metode ini juga tidak membutuhkan pupuk kimia, pestisida, atau fungisida.

Dia menambahkan bahwa cuaca kering juga bukan hambatan besar, sehingga lebih mengurangi risiko gagal panen akibat faktor iklim.

“Meski topografinya berbukit dan tidak memiliki sawah yang luas, Sumatra Barat sudah lama mencapai swasembada beras,” tambahnya.

Sementara itu, tantangan lain adalah mengatasi tingginya persentase beras pecah.

Masalah ini, menurut dia, memerlukan intervensi pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta riset berkelanjutan dari akademisi.

Dia menambahkan bahwa saat ini, beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mengandung antara 25 hingga 40 persen beras pecah.

Sebaliknya, beras dari negara produsen lain di Asia Tenggara hanya memiliki kandungan beras pecah 5 persen.

“Jika masalah ini tidak segera diatasi, akan sulit untuk memasuki pasar beras global,” dia memperingatkan.

Dia mencatat bahwa kegagalan masuk pasar global akan menjadi hambatan besar bagi program swasembada pangan, yang merupakan bagian penting dari misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

MEMBACA  Ekspor Fesyen Indonesia Tumbuh 4,56% Capai US$6,5 Miliar

Berita terkait: Indonesia luncurkan ekspor beras pertama untuk Jamaah Haji

Berita terkait: Indonesia miliki pasokan beras untuk 324 hari dengan produksi bulanan 5,7 juta ton

Berita terkait: RI alokasikan Rp336 miliar untuk pulihkan sawah terdampak banjir di Sumatra

Penerjemah: Mario Sofia, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://gcgjournal.georgetown.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=Ssw15R