Minggu, 8 Maret 2026 – 01:30 WIB
Beijing, VIVA – China kemungkinan mulai beralih mendukung Iran dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang, dan komponen untuk rudal, menurut laporan CNN pada Jumat 6 Maret 2026.
Mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah ini, laporan tersebut menyebut Beijing sejauh ini menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran dan AS-Israel. Namun, pejabat AS memantau tanda-tanda bahwa sikap China mungkin berubah.
China adalah pembeli utama minyak mentah Iran dan juga telah mendesak Teheran untuk menjamin keamanan navigasi kapal komersial di Selat Hormuz, seperti disebutkan dalam laporan itu.
Seorang sumber intelijen menyatakan kepada CNN bahwa China sangat berhati-hati dalam memberikan dukungan karena konflik ini bisa mengancam ketahanan energi mereka. CNN juga melaporkan bahwa Rusia diduga telah berbagi citra satelit dan intelijen target lainnya dengan Iran, termasuk data tentang posisi pasukan AS. CIA menolak untuk berkomentar tentang laporan ini.
Pekan lalu, enam tentara AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan drone Iran di Kuwait. Iran telah meluncurkan ribuan drone dan ratusan rudal ke fasilitas militer AS, kedutaan, dan target sipil. Sementara itu, serangan AS dan Israel telah menghantam lebih dari 2.000 lokasi di Iran.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran pada Sabtu, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang. Korban termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan sejumlah perwira militer senior.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan-serangan ini terus berlanjut dan meningkat. (Ant)
AS Kawal Kapal Lintasi Selat Hormuz, Iran: Kami Tunggu
Iran menyatakan siap menghadapi kemungkinan AS mengerahkan pasukan untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan dunia.
VIVA.co.id
8 Maret 2026