“Nampaknya lebih sulit untuk orang matematika daripada orang kata-kata,” kata dia dalam sebuah klip wawancara tahun 2024 yang baru-baru ini muncul lagi.
Dia menambahkan, bahkan di bidang STEM yang saat ini belum tersentuh otomatisasi AI, seperti perawatan medis, keterampilan matematika akan jadi kurang relevan sebagai syarat masuk.
“Jika kamu mau masuk sekolah kedokteran, kita menyaring orang lewat fisika dan kalkulus,” katanya. Dia juga bilang, “Aku tidak ingin seseorang yang mengoperasi otak ku sambil menghitung faktorisasi bilangan prima di kepala mereka.”
Bulan lalu, perusahaan fintech Block mengumumkan pemotongan 40% tenaga kerjanya, sekitar 4.000 pekerjaan, dan menyebut model AI sebagai alasan utamanya.
Sementara itu, CEO Bank of America Brian Moynihan mengatakan AI memungkinkan perusahaan untuk “melakukan lebih banyak dengan jumlah orang yang sama atau lebih sedikit.”
Dalam panggilan hasil dengan analis Wall Street di Januari, dia bilang bank tidak memotong pekerjaan tapi bisa mengurangi jumlah gaji keseluruhan.
“Kita bisa memutuskan untuk tidak merekrut dan biarkan jumlah karyawan berkurang perlahan,” jelas Moynihan.
Begitu juga, CEO Wells Fargo Charlie Scharf berkata di Desember bahwa bank melakukan lebih banyak karena AI. Meski belum ada pemotongan pekerjaan, dia tunjukkan itu mungkin.
“Ada tempat lain di mana kita akan lihat dan cari tahu, bagaimana kita bisa lakukan lebih banyak dengan lebih sedikit orang,” katanya. “AI tidak akan gantikan manusia sepenuhnya, tapi buat peluang untuk melakukan hal dengan cara berbeda.”
Dan di Oktober, CFO JPMorgan bilang manajer sudah disuruh hindari perekrutan karena bank menerapkan AI.
Bahkan, JPMorgan sudah gunakan model bahasa besar yang dipakai 150.000 karyawan setiap minggu, dan CEO Jamie Dimon akui bahwa peningkatan produktivitas dari AI bisa berarti bank akan pekerjakan lebih sedikit orang di tahun depan.
Juga di Oktober, Goldman Sachs bilang ke karyawan lewat memo bahwa mereka akan “batasi pertumbuhan jumlah karyawan” dan pecat sejumlah terbatas karyawan.
“Untuk dapatkan manfaat penuh dari janji AI, kita butuh kecepatan dan kelincahan lebih di semua operasi kita,” tulis CEO David Solomon. “Ini bukan cuma soal memperbarui platform. Ini tentang melihat cara kita atur orang, ambil keputusan, dan pikirkan produktivitas dan efisiensi.”
Beberapa minggu terakhir, Citigroup dan Morgan Stanley sudah lakukan pemotongan gaji, meski mereka tidak sebut AI. Di luar sektor keuangan, Salesforce hapus 4.000 peran dukungan pelanggan tahun lalu karena AI, dan Pinterest pecat hampir 15% tenaga kerjanya untuk fokus pada peran terkait AI.
Memang, Wall Street semakin skeptis tentang pengumuman PHK terkait AI, dengan beberapa analis bilang teknologi ini dipakai sebagai alasan untuk koreksi perekrutan berlebihan saat pandemi.
Tapi keterampilan yang dikuasai “orang kata-kata” banyak dicari. LinkedIn baru saja rilis studi yang temukan kebutuhan yang meningkat untuk keterampilan komunikasi dan berpikir kreatif.
“Perusahaan semakin cari komunikator hebat, karena penulisan kuat, kejelasan, dan penilaian masih penting,” kata juru bicara LinkedIn ke Fortune. “Di LinkedIn, kita lihat lowongan kerja yang sebut ‘storyteller’ naik dua kali lipat dalam setahun terakhir.”