Masa Depan Internet Iran Semakin Tak Pasti

Lebih dari enam hari, hampir 90 juta warga Iran hidup di bawah pemadaman internet total. Kondisi ini datang setelah masyarakat Iran mengalami pemadaman serupa di awal Januari, dilanjutkan dengan konektivitas terbatas berminggu-minggu sementara rezim secara brutal menyerang dan membunuh ribuan demonstran anti-pemerintah. Namun, seiring eskalasi perang AS dan Israel terhadap Iran, konflik ini menambah dimensi baru pada pemadaman internet yang sebenarnya merusak tetapi bukan tanpa preseden.

Dalam situasi ini, dan oleh desain rezim, masyarakat masih mengakses intranet domestik dan rangkaian aplikasi lokal, yang dikenal sebagai Jaringan Informasi Nasional (NIN), sehingga aktivitas sehari-hari dapat berlanjut. Warga Iran juga telah mengembangkan dan menyempurnakan strategi untuk tetap terhubung semaksimal mungkin saat rezim membatasi konektivitas, menggunakan VPN dan jaringan proksi lainnya untuk mengakses internet global. Meski banyak alat pembelok tersebut masih berfungsi—setidaknya sebagian—selama pemadaman parsial, alat itu tidak dapat diakses selama pemadaman total. Seperti biasa, hanya pemerintah Iran, militer, dan elit kaya yang saat ini memiliki akses ke internet luar, bersama segelintir pihak lain yang mendapat akses melalui terminal Starlink.

Warga Iran terjerumus dalam kegelapan internet hampir segera setelah rudal AS dan Israel menghantam negara itu pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei. Sejak itu, kata Doug Madory, direktur analisis internet di firma pemantau Kentik, terdapat "lalu lintas minimal" yang keluar dari Iran, dengan semua jaringan mengalami penurunan lalu lintas sekitar 99 persen. "Pemahamannya adalah ada whitelist yang mengizinkan lalu lintas tersisa itu lewat, baik untuk individu dengan status khusus maupun untuk alasan teknis seperti pembaruan sertifikat enkripsi," ujarnya.

Namun, bahkan sisa konektivitas kecil ini tidak kebal dari gangguan perang. "Dalam konektivitas terbatas yang tersisa, beberapa jaringan mengalami pemadaman tambahan," kata Madory, seraya menambahkan bahwa kegagalan teknis akibat serangan udara kemungkinan menjadi penyebabnya. Proyek pemantauan internet IODA dari Georgia Tech juga melaporkan "kerusakan pada infrastruktur internet atau listrik kritis" yang membuat jaringan Iran offline. "Bahkan jika pembatasan pemerintah dicabut, masalah konektivitas dapat bertahan karena kerusakan infrastruktur. Pemadaman ini menyamarkan kemampuan kita untuk memahami kondisi konektivitas sebenarnya di Iran," jelas Madory.

MEMBACA  Tiket World Series Dodgers vs. Yankees sudah menjadi yang termahal kedua sepanjang masa—dan bisa saja semakin mahal

Selama dekade terakhir, rezim Iran telah membangun infrastruktur teknis, hukum, dan aparatus pengawasan untuk menekan warganya secara digital. Berbagai pemadaman internet pada 2019, 2022, 2025, dan kini dua kali tahun ini menunjukkan teknik pemblokiran yang semakin canggih. Dengan setiap pemadaman, warga Iran terputus dari orang terkasih, tak dapat mengakses berita akurat, dan dibungkam saat berusaha menyebarkan bukti penyalahgunaan rezim atau potensi kejahatan perang ke luar negeri.

Seiring penguatan kontrol dan sensor Iran selama bertahun-tahun, mereka mengembangkan NIN dan aplikasi internalnya sebagai solusi agar kehidupan sehari-hari dan perekonomian tetap berjalan saat konektivitas global dimatikan. Kelompok hak digital Iran Filterwatch menyatakan bahwa selama pemadaman saat ini, mereka melihat pemerintah mempromosikan mesin pencari domestik sebagai bagian dari intranet negara. Kelompok itu juga menyatakan telah mengamati pemerintah mengirim pesan teks yang memperingatkan bahwa orang yang terhubung ke internet global dapat menghadapi tindakan hukum.

Platform NIN pada umumnya merupakan sarang pengawasan dan kontrol informasi. Para ahli menyebut bahwa "desain jaringan otoriter" intranet ini menciptakan akses berjenjang di Iran, di mana konektivitas global dapat diberikan secara selektif kepada elit, perusahaan teknologi, universitas, atau institusi lain—bukan kepada masyarakat umum.

Tinggalkan komentar