Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang menyiapkan langkah untuk mempercepat program konversi sepeda motor bahan bakar ke listrik, termasuk menaikkan target konversi menjadi sekitar 6 juta unit per tahun.
Dia mencatat bahwa program konversi telah berjalan beberapa tahun dengan target sekitar 200.000 unit per tahun. Menurutnya, pemerintah akan meningkatkan target seiring dengan kemunculan teknologi-teknologi baru.
“Sekarang, teknologi-teknologinya sudah mulai tersedia dan lebih murah. Jadi, targetnya mungkin sekitar 4, 5, atau hingga 6 juta,” kata Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis.
Mengenai kemungkinan pemberian subsidi, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, dia menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan kerangka kebijakan yang tepat.
Menteri menambahkan bahwa skema dukungan akan dibahas lebih lanjut oleh satgas baru yang dibentuk untuk mempercepat dorongan transisi energi bersih Indonesia.
“Satgasnya baru diumumkan hari ini. Jadi setelah ini, kami akan menjalankan tugas satgas untuk memastikan perencanaannya benar-benar presisi,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, dia mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia akan membentuk satgas transisi energi untuk mempercepat pelaksanaan program, termasuk inisiatif konversi sepeda motor.
Satgas ini dimaksudkan untuk mempercepat konversi kendaraan bermotor konvensional—yang jumlahnya saat ini mencapai 120 juta unit—menjadi sepeda motor listrik.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pelaksanaan program ini berjalan penuh dalam waktu tiga hingga empat tahun, dengan harapan bisa terealisasi lebih cepat.
Sebagai bagian dari inisiatif pengurangan emisi, pemerintah Indonesia mendorong penggunaan kendaraan listrik, dengan menargetkan 2 juta mobil listrik dan 13 juta sepeda motor listrik di jalanan Indonesia pada 2030.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah terus mempercepat pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk stasiun pengisian daya.
Berita terkait: Economist urges continued EV incentives as middle-class demand weakens
Berita terkait: IEU-CEPA to boost EV investment, create jobs in Indonesia: Minister
Berita terkait: Indonesia’s EV battery plant in Karawang set for Q3 2026
Penerjemah: Maria Cicilia, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026