Mengejar Medali Asian Games Sambil Menempuh Kuliah, Perjuangan Ahmad Khoirul Baasith

Kamis, 5 Maret 2026 – 23:13 WIB

Jakarta, VIVA – Universitas Budi Luhur terus menunjukkan keseriusannya dalam membina atlet muda melalui program beasiswa student athlete. Program ini tidak hanya mendorong prestasi olahraga, tetapi juga memastikan para atlet bisa tetap menempuh pendidikan dengan baik.

Salah satu contoh nyata dari program tersebut adalah atlet panahan Indonesia, Ahmad Khoirul Baasith. Mahasiswa Fakultas Manajemen di Universitas Budi Luhur itu adalah bagian dari tim panahan recurve beregu putra yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand.

Baasith mengaku perjalanannya bergabung dengan Universitas Budi Luhur berawal dari prestasi yang ia raih di ajang internasional. Setelah meraih medali perunggu di Asian Games 2023 di Hangzhou, ia mendapat tawaran untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.

“Awal mulanya saya bisa masuk ke Budi Luhur itu karena tahun 2023 setelah saya dapat medali perunggu di Asian Games Hangzhou. Saya ditawarin untuk masuk ke Universitas Budi Luhur. Terus saya coba daftar dan ada beasiswa atlet. Tapi untuk panahan saat itu belum ada. Lalu saya request dan alhamdulillah berhasil,” kata Baasith saat ditemui di Kampus Budi Luhur, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Universitas Budi Luhur Kembangkan Program Student Athlete

Photo : Abdul Aziz Masindo/VIVA.co.id

Bagi Baasith, pendidikan tetap menjadi hal penting bagi seorang atlet. Meskipun fokus pada latihan dan kompetisi, ia menilai kuliah tetap harus dijalani sebagai bekal untuk masa depan.

“Penting,” ujarnya singkat ketika ditanya soal pentingnya pendidikan bagi atlet.

Namun, menjalani peran ganda sebagai atlet nasional sekaligus mahasiswa bukan perkara mudah. Baasith mengaku sempat kesulitan membagi waktu antara latihan dan kuliah, terutama ketika harus mengikuti pemusatan latihan nasional.

MEMBACA  "Selesai Kuliah, Langsung Bekerja": Kisah Generasi Boomer Berusia 80 Tahun Mengenai Warisan Ekonomi yang Berbeda untuk Cucu-Cucunya

“Awal mula bagi waktu di sini agak susah ya. Karena saya lagi di training center di Jakarta. Jadwalnya kan kita latihan dari pagi sampai malam. Terus buat kuliah juga agak susah,” katanya.

Beruntung, pihak kampus memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa atlet. Ia bisa mengikuti perkuliahan secara daring dan memanfaatkan sistem pembelajaran berbasis web yang disediakan kampus.

“Terus kampus menyediakan fasilitas kalau kuliah itu bebas, bisa online. Paling kalau ada waktu malam itu bisa belajar. Kita juga ada web, jadi bisa belajar di web student,” ujar Baasith.

Meskipun demikian, beberapa kewajiban akademik tetap harus dijalani secara langsung, termasuk ujian. Baasith mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian di kampus tetap dilakukan secara offline. Ia pernah tidak bisa mengikuti ujian karena sedang bertanding di SEA Games, sehingga harus menjalani ujian susulan. Beruntung, pihak kampus memberikan kemudahan sehingga ia tetap dapat menyelesaikan kewajiban akademiknya dengan baik.

Tinggalkan komentar