Kembangkan Usaha, Optimalkan Perjanjian Dagang

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mendorong pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan secara optimal perjanjian perdagangan yang telah disepakati dengan berbagai negara mitra strategis.

“Agar pelaku usaha bisa memanfaatkan perjanjian dagang yang sudah kita selesaikan, sehingga ada aksi nyata dan dampak yang terlihat,” ujar Esti dalam wawancara podcast ANTARA, Rabu.

Dia menekankan bahwa memaksimalkan pemanfaatan perjanjian dagang tidak hanya memperluas akses pasar ke dunia global, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi yang luas di dalam negeri.

“Efek penggandanya besar. Kalau berhasil, pengusaha Indonesia akan lebih berdaya dan penghasilannya meningkat. Penghasilan yang lebih tinggi pasti berdampak sangat positif bagi perekonomian domestik kita,” jelasnya.

Esti menyebutkan, perjanjian perdagangan internasional memiliki cakupan yang beragam. Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) merupakan pakta dagang dengan skala terluas. Salah satunya adalah CEPA Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA, yang bertujuan menghilangkan hambatan tarif dan non-tarif untuk mendongkrak ekspor, investasi, dan kerja sama ekonomi kedua pihak.

“Dengan CEPA, kita membicarakan barang dan jasa. Jadi mencakup produk, layanan, serta topik lain seperti keberlanjutan dan berbagai isu terkait,” katanya.

Selain itu, ada Preferential Trade Agreement (PTA) yang fokus pada perdagangan barang atau produk, dan Free Trade Agreement (FTA) yang mencakup pengurangan atau penghapusan hambatan dagang, baik tarif maupun non-tarif.

“Jadi skalanya memang berbeda-beda. Tetapi prinsipnya, apapun skalaanya, kami harap perjanjian ini dapat memperkuat posisi dan persahabatan kita dengan suatu wilayah atau negara secara bilateral, agar perdagangan dapat terus berlangsung berkelanjutan,” tambahnya.

Berita terkait: Indonesia bersikukuh pada hilirisasi dalam kesepakatan mineral dengan AS

Berita terkait: Indonesia dan Uzbekistan mulai pembicaraan Perjanjian Perdagangan Bebas

MEMBACA  Kapal perang Indonesia KRI SIM-367 berangkat untuk misi perdamaian di Lebanon

Berita terkait: Indonesia catat peningkatan ekspor ke AS usai pakta dagang

Penerjemah: Arnidhya, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar