Serangan drone Iran merusak tiga fasilitas Amazon Web Services di Timur Tengah. Ini menunjukkan pertumbuhan pusat data yang cepat di wilayah itu, dan juga kerentanan industri terhadap konflik.
Divisi komputasi awan Amazon mengatakan dua pusat data di Uni Emirat Arab kena serangan langsung. Fasilitas lain di Bahrain juga rusak karena drone jatuh di dekatnya.
Serangan ini menyebabkan kerusakan struktur, ganggu pasokan listrik, dan perlu pemadaman kebakaran yang menyebabkan kerusakan air tambahan.
Upaya pemulihan di pusat data UAE sudah menunjukkan kemajuan.
Berbeda dengan gangguan AWS sebelumnya akibat masalah perangkat lunak yang berdampak global, serangan fisik ini sejauh ini hanya menyebabkan gangguan lokal dan terbatas.
AWS mendukung banyak layanan online paling populer di dunia, menyediakan infrastruktur komputasi awan untuk pemerintahan, universitas, dan bisnis.
Perusahaan menyarankan pelanggan di Timur Tengah untuk pindah ke region lain dan alihkan lalu lintas online menjauhi UAE dan Bahrain.
Menurut profesor IT Mike Chapple, Amazon biasanya mengkonfigurasi layanannya sehingga kehilangan satu pusat data tidak terlalu berpengaruh. Pusat data lain di zona yang sama bisa mengambil alih.
Tapi kehilangan beberapa pusat data dalam satu zona ketersediaan bisa sebabkan masalah serius, karena mungkin tidak ada kapasitas cukup yang tersisa.
Amazon tidak umumnya ungkap jumlah pasti pusat data di seluruh dunia. Mereka hanya punya 39 region geografis, dengan tiga di Timur Tengah meliputi UAE, Bahrain, dan Israel.
Setiap region AWS terbagi menjadi setidaknya tiga zona ketersediaan pusat data. Setiap zona terpisah secara fisik dengan jarak yang berarti, tapi masih dalam 100 km dan terhubung jaringan berlatensi sangat rendah.
Pusat data AWS punya cadangan untuk air, listrik, dan koneksi internet agar tetap beroperasi dalam keadaan darurat. Mereka juga punya keamanan fisik seperti penjaga, pagar, dan kamera, tapi itu untuk pengamanan biasa, bukan serangan misil.
Chapple mengatakan serangan ini mengingatkan bahwa komputasi awan bukan sihir dan masih butuh fasilitas fisik di tanah yang rentan bencana. Pusat data AWS dan operator lain adalah fasilitas besar yang sulit disembunyikan.
Organisasi yang menggunakan layanan cloud provider di Timur Tengah harus segera ambil langkah untuk pindahkan komputasi mereka ke region lain.