Analisis Strategi Serangan Mematikan terhadap Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Rabu, 4 Maret 2026 – 04:15 WIB

Jakarta, VIVA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut punya peran besar dalam mendorong Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk berperang melawan Iran. Menurut laporan New York Times, selama berbulan-bulan Netanyahu langsung melobi Trump dan berusaha memastikan pembicaraan diplomatik tidak menggagalkan rencana serangan militer.

Laporan yang dirilis pada Senin itu dibuat berdasarkan keterangan orang-orang yang tahu persis soal pembicaraan tersebut, termasuk pejabat Amerika dan Israel, diplomat, anggota parlemen, serta tokoh intelijen. Menurut mereka, keputusan AS untuk menyerang Iran adalah sebuah kemenangan besar bagi Netanyahu.

Saat Netanyahu masuk ke Oval Office pada tanggal 11 Februari lalu, tujuannya jelas: yaitu membuat Trump tetap berkomitmen pada aksi militer, meskipun AS baru saja memulai negosiasi nuklir dengan Iran melalui mediasi Oman. Selama hampir tiga jam, kedua pemimpin itu membahas kemungkinan tanggal serangan dan kecilnya peluang penyelesaian secara diplomatik.

Netanyahu pertama kali mengusulkan serangan ke situs rudal Iran saat kunjungannya ke kediaman Trump di Mar-a-Lago pada Desember lalu. Dua bulan kemudian, dia berhasil mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar: Amerika Serikat sebagai mitra penuh dalam kampanye untuk menyerang kepemimpinan Iran.

Koordinasi antara kedua negara sangat erat. Ketika Netanyahu pada bulan Januari mengatakan bahwa Israel butuh waktu untuk memperkuat sistem pertahanan rudal dan udara mereka, dia menelepon Trump dan meminta agar serangan ditunda. Trump pun menyetujui permintaan itu. Dalam beberapa minggu berikutnya, pejabat militer dan intelijen tinggi Israel pergi ke Washington, dan pimpinan militer Israel berkomunikasi secara rutin dengan kepala US Central Command.

Meskipun sudah ada tiga putaran pembicaraan nuklir antara AS dan Iran di Muscat dan Jenewa yang dimediasi Oman, termasuk yang berakhir dua hari sebelum serangan, New York Times melaporkan bahwa tidak pernah ada peluang nyata untuk mencapai kesepakatan yang bisa memuaskan Trump, Netanyahu, dan pemimpin Iran sekaligus. Setelah pembicaraan itu, utusan seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner memberitahu Trump bahwa kesepakatan hampir tidak mungkin tercapai.

MEMBACA  Pengadilan AS Menolak Sebagian Besar Gugatan Terhadap OpenAI dalam Tindakan Kelas Hak Cipta

Keinginan Trump untuk bertindak secara militer juga diperkuat oleh keyakinannya sendiri setelah keberhasilan penculikan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh AS pada bulan Januari. Menurut dia, keberhasilan itu menjadi contoh bagaimana hal yang sama dapat dilakukan di Iran.

Halaman Selanjutnya

Beberapa orang dekat Trump sempat menentang rencana ini. Bahkan Wakil Presiden JD Vance, yang selama ini skeptis terhadap invasi militer di Timur Tengah, pada akhirnya berkata bahwa jika AS akan bertindak, maka harus dilakukan secara besar-besaran dan cepat.

https://edrev.asu.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=kEv

Tinggalkan komentar