Kutuk Serangan Militer ke Iran, AMPG Desak Pemerintah Ambil Sikap Tegas di Forum Internasional

Rabu, 4 Maret 2026 – 00:39 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, sangat mengutuk serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyebabkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Said Aldi menjelaskan bahwa serangan yang menewaskan Ali Khamenei itu tidak hanya menarget simbol kepemimpinan sebuah negara berdaulat, tetapi juga menciptakan preseden buruk yang sangat berbahaya dalam hubungan internasional.

“Serangan ini bukan cuma operasi militer biasa. Ini adalah tindakan yang melukai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia,” ujar Said Aldi dalam pernyataannya, Selasa, 3 Maret 2026.

Dia menilai, pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara lewat serangan militer terbuka berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan dapat menyeret kekuatan global ke dalam perang terbuka.

Ia menyebut tindakan militer sepihak itu sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Apapun alasannya, penggunaan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan merusak infrastruktur sipil adalah kemunduran bagi peradaban. Dunia seharusnya bergerak ke arah dialog, bukan dominasi militer,” tegas Said Aldi.

Lebih lanjut, dia menyampaikan sikap politik Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil posisi tegas di forum internasional guna menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong gencatan senjata.

“Indonesia, sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945, punya tanggung jawab moral untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Kita tidak boleh tinggal diam,” jelasnya.

Ia meminta agar jalur diplomasi diintensifkan, termasuk melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mencegah konflik semakin meluas.

MEMBACA  Iran Mengatakan Belum Menerima Surat Trump Mengenai Negosiasi Program Nuklir | Berita Senjata Nuklir

“Kalau konflik ini terus meningkat eskaluasinya, dampaknya tidak hanya regional, tapi juga global—termasuk pada stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional,” terangnya.

“Kita harus mendorong dunia agar kembali sadar bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada rudal dan bom, melainkan pada kemampuan untuk membangun perdamaian. Jika kekerasan terus dijadikan solusi, maka dunia sedang berjalan mundur,” ucapnya.

Tinggalkan komentar