Debut Pahit Toprak di MotoGP 2026: Yamaha V4 Keteteran di Thailand? Data Mengungkap Fakta

Selasa, 3 Maret 2026 – 20:12 WIB

VIVA – Langkah pertama juara dunia WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, di panggung MotoGP tidak berjalan mulus. Seri pembukaan di Sirkuit Buriram, Thailand, menjadi ujian berat, bukan hanya untuk pembalap dari Turki itu, tetapi juga untuk proyek ambisius Yamaha dengan mesin V4 barunya.

Hasil akhir memang tidak memihak. Tapi kalau lihat lebih dalam ke data lap time, ada cerita lain yang tidak sesederhana posisi finish di klasemen.

Toprak Sempat Jadi Yamaha Tercepat

Di Sprint Race, Toprak sempat dua kali mencatatkan waktu tercepat di antara para rider Yamaha sebelum jatuh dan harus lanjut balapan dari belakang. Dia finis di posisi ke-20.

Pada balapan utama sepanjang 26 lap, performanya kembali kompetitif di awal-awal. Sampai lap ke-20, Toprak masih bisa menjaga ritme yang sebanding dengan teman-temannya sesama pengguna Yamaha M1.

Namun setelah itu, situasinya berubah drastis. Duo Monster Yamaha, Fabio Quartararo dan Alex Rins, memang tidak bisa menembus barisan depan. Mereka cuma finis di posisi 14 dan 15, tertinggal lebih dari 30 detik dari pemenang. Tapi keduanya masih bisa mempertahankan konsistensi sampai garis akhir.

Sebaliknya, dua pembalap Pramac Yamaha, yaitu Toprak dan Jack Miller, mengalami penurunan performa yang signifikan karena degradasi ban belakang yang parah. Masalah wheelspin menghantui di akhir-akhir lomba.

Toprak akhirnya finis di posisi 17 dengan selisih lebih dari 39 detik. Miller bahkan lebih terpuruk di posisi 18, dengan dua lap terakhir lebih lambat dibanding lap pembuka saat start berdiri.

Pengakuan Jujur Toprak

Toprak tidak mencari kambing hitam. Dia malah mengakui tantangan besar yang dihadapinya di debut MotoGP.

MEMBACA  Pemerintah Indonesia Perketat Aturan Keamanan untuk Dapur MBG Pasca Kasus Keracunan

"Ini balapan penuh pertama saya di MotoGP dan tentu saya berharap hasil yang lebih baik," kata Toprak.

"Balapannya panjang dan sangat melelahkan. Dua puluh enam lap dalam suhu seperti itu benar-benar berat secara fisik," tambahnya.

Dia juga menyoroti masalah utama Yamaha di Thailand. Toprak mengakui timnya mengalami persoalan serius pada grip ban belakang, terutama saat balapan masuk fase akhir. Meski begitu, dia menekankan tidak ingin menyalahkan siapapun. Menurutnya, dia sendiri masih harus banyak belajar untuk beradaptasi di MotoGP, sementara Yamaha juga terus bekerja keras memperbaiki paket motor yang ada.

Keterbatasan daya cengkeram, lanjut Toprak, sudah terasa sejak awal balapan dan bukan cuma dialaminya sendiri. Menurut Toprak, para pembalap Yamaha lainnya kelihatan menghadapi situasi yang sama karena posisi mereka sepanjang lomba cukup berdekatan. Sekarang, dia memilih memfokuskan sepenuhnya ke seri berikutnya sambil terus beradaptasi dengan karakter motor MotoGP.

Tinggalkan komentar