TNI-Polri Bertekad Bertindak Tegas terhadap Kelompok Bersenjata di Papua

Jayapura, Papua (ANTARA) – TNI dan Polri di Papua siap mengambil tindakan tegas terhadap anggota dan pendukung Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengancam keamanan publik, kata seorang komandan senior pada Selasa.

Brigjen Thevi Zebua, Kepala Staf Komando Daerah Militer XVII Cendrawasih, menyatakan langkah ini bertujuan melindungi masyarakat dan menunjukkan kehadiran negara di wilayah tersebut.

Berbicara dalam rapat pimpinan di markas Kodam XVII Cendrawasih di Jayapura, Thevi menyebutkan adanya peningkatan insiden keamanan belakangan ini, yang mendorong operasi gabungan bersama satuan tugas seperti Satgas Habema dan Satgas Operasi Damai Cartenz.

Dia mengonfirmasi tim gabungan TNI-Polri sedang menargetkan KKB di daerah seperti Nabire dan Timika, dengan operasi yang sudah membuahkan hasil.

“Kelompok bersenjata telah menyasar guru dan tenaga kesehatan, menuduh mereka mendukung militer, padahal kehadiran mereka untuk melayani masyarakat setempat,” ujar Thevi.

Dia menekankan bahwa aksi teroris oleh kelompok-kelompok ini tidak bisa ditolerir, dan pasukan negara bertindak untuk melindungi warga sambil menegakkan kewibawaan pemerintah.

Thevi memperingatkan bahwa kekerasan yang tidak terkendali akan merugikan penduduk setempat dengan membuat guru dan tenaga medis enggan bertugas di daerah terdampak.

Dia mendesak warga untuk melaporkan aktivitas mencurigakan atau kehadiran kelompok bersenjata agar TNI-Polri dapat mengambil langkah pencegahan dan perlindungan.

“Ini penting untuk menjaga masyarakat dan memastikan akses terus berjalan terhadap layanan penting,” katanya, menekankan pentingnya kerjasama antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga perdamaian.

Kelompok separatis Papua telah meningkatakan serangan di provinsi paling timur Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menyasar warga sipil, pekerja, dan aparat keamanan dalam kampanye untuk menyebar ketakutan dan melemahkan otoritas negara.

Kelompok bersenjata yang terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sering menggunakan taktik hit-and-run terhadap pasukan Indonesia serta melakukan penyerangan terhadap warga sipil di kabupaten-kabupaten termasuk Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, dan Puncak.

MEMBACA  Alex, a resident of Garut, was murdered by motorcycle gang members, the motive was revengeTranslation: Alex, Seorang Warga Garut Dibunuh Oleh Anggota Geng Motor, Motifnya Dendam

Target mereka telah mencakup pekerja konstruksi, pengendara ojek, guru, pelajar, pedagang makanan, dan awak pesawat sipil.

Beberapa insiden penting:

Tinggalkan komentar