loading…
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatatkan nilai pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,65 triliun pada akhir Desember 2025, setara dengan 100% dari target yang ditetapkan untuk tahun buku 2025. Foto/Dok. SindoNews
BEKASI – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) berhasil mencapai nilai pra-penjualan (marketing sales) Rp1,65 triliun di akhir tahun 2025. Angka ini memenuhi 100% target yang direncanakan untuk tahun buku 2025. Pada periode yang sama, perusahaan juga mencatatkan pendapatan senilai Rp4,52 triliun, yang meningkat sangat signifikan sebesaar 133% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Menurut Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Indryanarum, pencapaian di tahun 2025 ini menunjukkan respon pasar yang positif terhadap produk-produk perusahaan. “Di tahun 2025, kami sukses memenuhi target pra-penjualan tahunan, didorong oleh minat yang tinggi terhadap produk rumah tapak dan komersial. Ke depannya, fokus kami adalah menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan memastikan proses serah terima berjalan sesuai komitmen kepada konsumen,” jelasnya dalam rilis resmi, Selasa (3/3/2026). Baca juga: PPN Rumah Komersial Ditanggung Pemerintah hingga 2026, Harganya Sampai Rp5 Miliar
Pertumbuhan pendapatan ini terutama didukung oleh serah terima unit rumah tapak, apartemen, unit komersial (ruko), serta penjualan lahan industri. Selain itu, segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan juga turut berkontribusi pada kinerja perusahaan.
Segmen rumah tapak dan apartemen menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang sangat tinggi, yaitu 369% dibanding periode sebelumnya, seiring dengan percepatan proses serah terima unit. Sementara itu, segmen pengelolaan kota mencatat pendapatan sebesar Rp474,5 miliar. Perusahaan juga membukukan laba kotor sebesar Rp783 miliar dengan margin laba kotor 17%.
Hingga akhir Desember 2025, LPCK mencatat EBITDA sebesar Rp381,3 miliar, dengan margin 8% dari total pendapatan. Hasil ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional meskipun aktivitas bisnis meningkat.
Realisasi pra-penjualan Rp1,65 triliun di TA25 terutama didorong oleh tingginya permintaan untuk produk perumahan. Rumah tapak dan unit komersial masing-masing menyumbang 58% dan 38% dari total marketing sales, sedangkan segmen lahan industri berkontribusi sebesar 4%. Baca juga: Investasi Bekasi Tumbuh, LPCK Siapkan Produk Hunian dan Komersial Berkualitas
Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan berhasil menjual sebanyak 1.486 unit, didukung oleh peluncuran produk baru seperti The Allegra @Casa De Lago dan Neo Top. Dengan capaian ini, LPCK terus memperkuat kinerja operasionalnya seiring dengan pengembangan kawasan Lippo Cikarang sebagai kota mandiri terintegrasi di kawasan timur Jakarta.
(poe)