Jakarta (ANTARA) – Ketua parlemen Indonesia pada Senin mendukung upaya pemerintah untuk menjadi penengah antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan balasan militer meningkatkan ketegangan dan menimbulkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.
Ahmad Muzani, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), menyatakan Indonesia memiliki kewajiban konstitusional menurut UUD 1945 untuk memajukan perdamaian dunia dan harus aktif berkontribusi dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah.
"Jika bisa dilakukan, itu akan menjadi hal yang membanggakan, bagi Indonesia untuk membantu mengurangi ketegangan di Timur Tengah," kata Muzani kepada wartawan di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
Ia mengatakan setiap upaya mediasi harus dihitung dengan matang, menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mempertimbangkan berbagai hal strategis sebelum menyinyalir kesiapan untuk melibatkan kedua belah pihak dalam dialog.
"Kami berharap ini dapat dilakukan, tetapi kami harus mengamati dengan cermat perkembangan dan situasi yang berubah," ujar Muzani.
Pernyataan ini muncul setelah Prabowo mengatakan dia siap berkunjung ke Iran untuk memfasilitasi dialog yang bertujuan memulihkan lingkungan yang stabil dan aman.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di Jakarta pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan pemerintah menyesalkan runtuhnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang disebutnya berkontribusi pada eskalasi militer di Timur Tengah.
Indonesia mendorong semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan dialog serta diplomasi, menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah serta menyelesaikan sengketa melalui cara-cara damai.
Kementerian itu menyatakan pemerintah Indonesia, melalui presiden, telah menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna mengembalikan situasi keamanan yang kondusif dan, jika disepakati kedua belah pihak, Prabowo bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi.
Komentar tersebut menyusul serangan gabungan AS-Israel dini hari Sabtu, 28 Februari, yang menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk Teheran, yang secara drastis meningkatkan permusuhan yang telah berlangsung lama.
Beberapa rudal dilaporkan menghantam area dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan istana kepresidenan selama serangan itu, menurut sumber keamanan regional.
Dalam pernyataan terpisah, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan Amerika telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran, menandai perluasan signifikan keterlibatan militer AS.
Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal terhadap Israel dan target lainnya di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.
Pada 1 Maret 2026, Iran menyatakan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal, menetapkan masa berkabung nasional 40 hari dan libur publik selama seminggu, menggarisbawahi keseriusan krisis ini.
Berita terkait: US-Iran conflict jolts oil supply, Indonesia alerts: Minister
Berita terkait: DPR urges review of US-Indonesia trade pact
Penerjemah: Walda Marison, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026