Serangan di Pangkalan Udara Inggris di Akrotiri Usai PM Setujui Bantuan ke AS
Serangan ini merupakan serangan pertama terhadap pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Akrotiri sejak 1986, setelah PM Inggris menyetujui bantuan untuk AS dalam serangannya ke Iran.
Dengarkan artikel ini | 3 menit
Dipublikasikan pada 2 Mar 2026
Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di Akrotiri, Siprus, mengalami serangan drone yang diduga berasal dari Iran semalam, menurut pernyataan Presiden Siprus dan Kementerian Pertahanan Inggris. Insiden ini terjadi setelah Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan Inggris akan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.
“Seluruh layanan kompeten republik berada dalam siaga dan kesiapan operasional penuh,” ujar Presiden Nikos Christodoulides dalam pidato pada Senin (2/3). Ia menambahkan, kendaraan udara nir-awak (UAV) jenis Shahed yang jatuh ke fasilitas militer pukul 00.03 waktu setempat (22.00 GMT) hanya menyebabkan kerusakan minor.
“Saya ingin tegas, negara kami tidak berpartisipasi dalam bentuk apa pun dan tidak berniat menjadi bagian dari operasi militer manapun,” tegas Christodoulides.
Akrotiri, yang terletak di barat daya kota pesisir Limassol, adalah satu dari dua pangkalan yang dipertahankan Inggris di bekas koloninya sejak kemerdekaan Siprus pada 1960. Selain fasilitas militer, kawasan ini juga menjadi tempat tinggal keluarga personel militer yang bertugas.
Otoritas pangkalan menyarankan warga di sekitar Akrotiri untuk tetap berlindung di tempat hingga pemberitahuan lebih lanjut pascainsiden “dampak drone yang dicurigai”. Mereka juga menyatakan personel non-esensial akan disebarkan dan fasilitas Inggris lainnya akan beroperasi normal.
Akrotiri, yang terletak di semenanjung berbentuk persegi di ujung selatan Siprus, sebelumnya pernah digunakan untuk operasi militer di Irak, Suriah, dan Yaman.
Serangan dini hari Senin ini, yang merupakan serangan pertama terhadap fasilitas militer Inggris di lokasi tersebut, menandai eskalasi dalam konflik yang telah memasuki hari ketiga.
Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi serangan tersebut dan menyatakan pasukannya sedang menangani “situasi yang masih berlangsung”.
“Perlindungan kekuatan kami di wilayah tersebut berada pada tingkat tertinggi dan pangkalan telah merespons untuk mempertahankan personel kami,” kata juru bicara kementerian dalam sebuah pernyataan.
### ‘Kami Berdiri Secara Kolektif’
Asal muasal drone Shahed yang diduga itu masih belum jelas. Serangan ini terjadi setelah Starmer menyatakan Inggris akan membantu Washington dalam perang melawan Iran. Sebelumnya, Inggris sempat menolak akses atas kekhawatiran akan pelanggaran hukum internasional.
Dua sumber yang berbicara dengan syarat anonim memberi tahu kantor berita Reuters bahwa pangkalan Inggris juga mencegat drone kedua. Namun, laporan ini belum dapat diverifikasi oleh Al Jazeera.
Menanggapi serangan drone tersebut, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan blok Uni Eropa berdiri bersama negara-negara anggotanya menghadapi segala ancaman.
“Meskipun Republik Siprus bukanlah targetnya, izinkan saya jelaskan: kami berdiri secara kolektif, teguh, dan tegas bersama Negara-Negara Anggota kami menghadapi segala ancaman,” tulis von der Leyen dalam sebuah unggahan di X.
Meskipun pangkalan ini dianggap sebagai wilayah kedaulatan Inggris, Siprus sendiri adalah anggota Uni Eropa dan saat ini memegang kepresidenan bergilir blok tersebut.