loading…
Untuk menurunkan tingkat kematian kanker payudara, pemerintah gaspol RAN kanker. Foto: Annastasya Rizqa
JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebarluaskan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Payudara untuk periode 2025–2034. Ini adalah strategi pemerintah untuk mencapai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu mengurangi angka kematian akibat kanker payudara sebanyak 2,5% per tahun.
Upaya ini diperkuat lewat forum Public Private Community Partnership (PPCP) yang diadakan di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada hari Kamis (26/2). Forum diskusi setengah hari ini melibatkan banyak pihak, menyatukan pemerintah, organisasi profesi, perusahaan swasta, dan komunitas penyintas untuk mengatasi kesenjangan akses layanan kanker di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan ada perbedaan angka kematian kanker payudara antara negara maju dan berkembang, terutama karena masalah akses layanan kesehatan.
Baca Juga : Kanker Payudara Tertinggi di Inggris dan RI, Ini Penjelasan Dokter
“Angka kematian akibat kanker payudara sudah turun di negara-negara berpenghasilan tinggi, karena kesadaran untuk deteksi dini dan akses pengobatan lebih baik. Sebaliknya, di negara berpenghasilan rendah-menengah, kematian masih tinggi karena tantangan dalam akses layanan kesehatan,” kata Dante.