Maskapai Global Terhenti: 3.200 Penerbangan Batal Usai Serangan AS dan Israel ke Iran

Minggu, 1 Maret 2026 – 08:36 WIB

Jakarta, VIVA – Industri penerbangan global terguncang setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. Sekitar 3.200 jadwal penerbangan dari berbagai maskapai global dibatalkan seiring penutupan wilayah udara di sebagian besar Timur Tengah.

Berdasarkan data perusahaan analitik penerbangan Cirium, lebih dari 1.800 penerbangan dari-dan-ke negara Timur Tengah dibatalkan pada Sabtu, 28 Februari 2026 dan 1.400 penerbangan tambahan pada Minggu, 1 Maret 2026. Jadi total pembatalan mencapai 3.200 penerbangan hanya dalam dua hari.

Qatar Airways mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangannya. Emirates juga menghentikan operasional di Bandara Internasional Dubai yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia.

“Kami minta maaf pada pelanggan yang terdampak gangguan ini atas ketidaknyamanannya. Kami akan bantu penjadwalan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif. Keselamatan penumpang dan awak kami tetap prioritas utama,” kata Manajemen Emirates dalam pernyataan resmi dikutip dari CNBC Internasional, Minggu 1 Maret 2026.

Maskapai nasional India, Air India, juga menghentikan seluruh penerbangan ke Timur Tengah hingga rute antara India ke Eropa dan Amerika Serikat. Langkah ini menunjukkan luasnya dampak penutupan wilayah udara pada jaringan penerbangan global.

Etihad Airways juga dilaporkan membatalkan semua keberangkatan dari dan menuju Abu Dhabi hingga Minggu sore. Grup maskapai Jerman, Lufthansa Group, menangguhkan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Teheran hingga 7 Maret, serta mengalihkan sejumlah rute untuk hindari wilayah konflik.

Sementara itu, penerbangan American Airlines dari Philadelphia ke Doha terpaksa berbalik arah saat dekat Spanyol dan kembali ke titik awal. Maskapai itu menyatakan terus memantau situasi keamanan.

“Tim Keamanan Korporat kami dan unit lain di seluruh maskapai aktif memantau situasi sepanjang malam dan tetap berkoordinasi erat dengan Pemerintah AS,” tulis American Airlines dalam memo internal.

MEMBACA  Menjelang Pertemuan Putin-Trump, Rusia Diduga Bersiap Uji Coba Rudal Nuklir 'Skyfall' yang Mencemaskan

Maskapai lain seperti United Airlines membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 6 Maret dan ke Dubai hingga 4 Maret. Delta Air Lines juga menghentikan layanan ke Tel Aviv setidaknya hingga akhir pekan.

Halaman Selanjutnya

Biaya Maskapai Berpotensi Melonjak. Gangguan ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga memicu kekacauan perjalanan udara hingga ke Brasil dan Australia. Sejumlah maskapai terpaksa membatalkan penerbangan yang biasanya melalui wilayah udara Timur Tengah dan mengalihkan rute ke jalur yang lebih panjang dan mahal.

Tinggalkan komentar