Pembalap F1 Doohan Hadapi Ancaman Senjata di Miami Usai Teror Kematian

Pembalap Australia, Jack Doohan, mengaku menerima ancaman pembunuhan sebelum akhirnya dipecat oleh tim F1 Alpine, enam balapan memasuki musim lalu.

Dengarkan artikel ini | 2 menit

Diterbitkan Pada 27 Feb 2026

Jack Doohan mengaku mendapat ancaman jiwa dan harus memanggil polisi untuk menangani suatu perjumpaan dengan pria bersenjata sekitar waktu Grand Prix Miami tahun lalu, tepat sebelum ia kehilangan kursi balapnya di Formula One bersama Alpine.

Dalam seri terbaru dokumenter Netflix *Drive To Survive* yang tayang Jumat lalu, pembalap asal Australia itu menyebut ancaman datang via email, menggambarkan atmosfer di sekitar balapan yang ternyata menjadi penampilan terakhirnya itu sebagai “hal yang sungguh menegangkan”.

Artikel Rekomendasi

Doohan melakukan debut untuk Alpine pada balapan terakhir 2024 dan digantikan oleh Franco Colapinto usai Miami, balapan keenam di 2025. Kini ia menjadi pembalap cadangan untuk Haas.

“Saya menerima ancaman pembunuhan serius untuk Grand Prix ini, mengatakan mereka akan membunuh saya di sini jika saya tidak keluar dari mobil,” ujar Doohan dalam dokumenter tersebut. “Ada enam atau tujuh email yang menyatakan jika saya masih membalap hingga Miami, saya akan, Anda tahu, semua anggota tubuh saya akan dipotong.”

Doohan juga mendeskripsikan suatu insiden dimana ia melihat tiga “pria bersenjata”, menambahkan bahwa “saya harus memanggil pengawal kepolisian saya untuk mengendalikan situasi”.

Ia tidak merinci bagaimana insiden itu diselesaikan, dan tidak mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Setelah Colapinto menggantikannya di Alpine pada Mei, Doohan menulis di media sosial bahwa ia dan keluarganya menghadapi pelecehan daring, dan mengisyaratkan bahwa penggemar dari negara asal Colapinto, Argentina, yang bertanggung jawab.

Keduanya merupakan satu-satunya pembalap di F1 musim lalu yang tidak mencetak satu poin pun seiring Alpine finis di urutan terbawah klasemen konstruktor.

MEMBACA  Tiongkok memenangkan perselisihan WTO dengan Australia atas produk baja

Tinggalkan komentar