Pontianak (ANTARA) – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menawarkan kerjasama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), pembangunan fasilitas pengolahan aluminium, dan memperluas kolaborasi pendidikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“Pertama-tama, kami ingin menawarkan penerapan teknologi manajemen PLTN canggih kami. Tujuan kami mengunjungi Kalbar adalah untuk memperkenalkan teknologi konstruksi PLTN yang kami miliki sambil menjajaki potensi kerjasama,” kata Tolchenov di Pontianak, Jumat.
Pernyataannya disampaikan saat pertemuannya dengan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, sebagai bagian dari kunjungan resmi pertamanya ke provinsi tersebut untuk memperkenalkan teknologi Rusia, khususnya di sektor energi nuklir.
Tolchenov mengatakan dia telah meminta pemerintah provinsi untuk mengidentifikasi mitra strategis untuk rencana pengembangan PLTN, pabrik pengolahan aluminium, dan kerjasama pendidikan.
Rusia, tambahnya, akan menilai kelayakan proyek-proyek konkret yang bisa dilaksanakan bersama dengan pemerintah daerah.
“Dari pertemuan ini, kami melihat respons positif dari Pemprov Kalbar, dan kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk kerjasama ke depan. Kami akan terus memperbarui perkembangan diskusi ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa realisasi kerjasama, khususnya di bidang energi nuklir, bergantung pada kesiapan pemerintah Indonesia dan Pemprov Kalbar. Jika kerjasama formal dibuka, Rusia siap untuk menindaklanjuti.
“Semuanya tergantung pada kesiapan pemerintah Indonesia dan Kalbar. Kami menunggu respon resmi dari pemprov mengenai rencana ini,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Tolchenov didampingi beberapa investor Rusia dari sektor pertambangan bauksit, pengolahan aluminium, dan energi nuklir.
Anna Belokoneva, perwakilan dari perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, mengatakan perusahaan mereka memiliki teknologi reaktor yang mampu menghasilkan antara 100 hingga 1.200 megawatt listrik per unit dengan standar keamanan tinggi.
“Kami pastikan teknologi kami aman untuk lingkungan dan masyarakat. Kami telah bekerjasama dengan sejumlah mitra internasional dan siap menjajaki kerjasama dengan Indonesia, termasuk Kalbar yang memiliki potensi besar,” ujarnya.
Belokoneva menambahkan, jika pemerintah Indonesia dan Pemprov Kalbar menyatakan kesiapan, perusahaannya akan menyambut dan melanjutkan kerjasama sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Aleksey Mirskiy, perwakilan perusahaan aluminium Rusia Rusal, menawarkan investasi pembangunan pabrik pengolahan aluminium di provinsi tersebut.
“Kami siap membangun pabrik pengolahan aluminium di Kalbar. Kami sudah mengoperasikan fasilitas serupa di Rusia dan, jika sepakat, kami mengundang gubernur untuk mengunjungi pabrik kami untuk melihat sistem manajemen yang diterapkan disana,” katanya.
Ia mencatat bahwa cadangan bauksit Kalbar yang besar merupakan peluang strategis untuk pengembangan industri hilir aluminium.
Gubernur Ria Norsan menyambut tawaran itu, menyatakan bahwa pemprov telah menyiapkan lokasi untuk PLTN di Pulau Semesak, Kabupaten Bengkayang, dan sedang mencari investor yang berminat.
“Untuk pengembangan PLTN, kami sudah siapkan lokasi di Pulau Semesak, Kabupaten Bengkayang. Kami memang sedang mencari investor. Jika Rusia bersedia menjadi investor, tentu kami sambut,” kata Norsan.
Ia menambahkan, Kalbar memiliki potensi sumber daya alam yang signifikan, termasuk bauksit, untuk mendukung pengembangan industri berbasis energi dan hilirisasi mineral.
Namun, Norsan menekankan bahwa diskusi lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian ESDM, karena proyek PLTN berada di bawah otoritas strategis nasional.
“Kami tentu akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk langkah selanjutnya. Diskusi teknis dan mekanisme kerjasama akan dibahas bersama dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Di luar energi dan industri, Rusia juga menawarkan kerjasama dalam pendidikan. Tolchenov mengatakan pemerintah Rusia memberikan ratusan beasiswa setiap tahunnya untuk pelajar Indonesia di bidang teknologi dan sosial-budaya.
Sebagai tindak lanjut, Kedutaan Besar Rusia akan menyelenggarakan pameran investasi di Jakarta pada 6–9 Juli dan telah mengundang gubernur Kalbar untuk hadir.
“Pertemuan ini menandai langkah awal dalam menjajaki kerjasama strategis antara Kalbar dan Rusia, khususnya di bidang energi, hilirisasi industri, dan penguatan kapasitas pendidikan,” kata Norsan.
Berita terkait: Indonesia, Russia deepen industrial ties as trade and investment grow
Berita terkait: Indonesia to pick most competitive partner for nuclear power push
Berita terkait: Russia, Banyuwangi explore cooperation in tourism and maritime
Penerjemah: Rendra Oxtora, Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026