Tiga Rumah Sakit Utama di Indonesia Ditingkatkan dengan Dukungan AIIB

Jakarta (ANTARA) – Indonesia sedang memodernisasi dan mengintegrasikan tiga rumah sakit milik negara dengan dukungan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut ini sebagai investasi jangka panjang untuk modal manusia dan produktivitas masa depan.

“Investasi terbaik yang memberikan hasil paling tinggi adalah investasi di manusia. Itu berarti berinvestasi di pendidikan dan infrastruktur kesehatan,” kata Sadikin, Kamis.

Proyek ini mencakup RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) – khususnya untuk bagian Mother and Child, Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Sadikin menyatakan banyak pasien anak yang ditangani di fasilitas tersebut menderita kondisi seperti sindrom Down, leukemia, dan diabetes tipe 1, yang beberapa bersifat kronis.

Dia mencatat penyakit seperti itu umum di kalangan anak-anak secara nasional dan memperingatkan bahwa hasil kesehatan yang buruk pada akhirnya akan mengurangi kontribusi ekonomi mereka di masa depan.

“Jika mereka gagal hidup sehat, produktivitas dan kontribusi mereka terhadap PDB masa depan akan menurun signifikan,” ujarnya.

AIIB mendanai peningkatan infrastruktur, pengadaan peralatan medis, dan program pelatihan untuk memastikan tenaga kesehatan dapat mengoperasikan teknologi canggih dan memberikan layanan berkualitas.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, mengatakan inisiatif ini bertujuan membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan ketiga rumah sakit.

“Integrasi ini dirancang untuk menciptakan pusat medis kelas dunia one-stop dengan menghilangkan sekat fisik dan operasional antara tiga pusat unggulan nasional ini, memastikan respons lebih cepat dan pendekatan holistik untuk kasus kompleks,” jelas Jaya.

Proyek ini sejalan dengan agenda transformasi kesehatan Indonesia yang lebih luas, termasuk mengurangi kematian ibu dan neonatal yang dapat dicegah, membatasi kebutuhan perawatan ke luar negeri, memperluas akses perawatan spesialis di dalam negeri, dan mempersempit kesenjangan kesehatan regional.

MEMBACA  Ketua Bentley: Ketidakpastian Tarif Tetap Ada Meski Ada Kesepakatan dengan Inggris. Plus: Mobil Bensin Baru.

Presiden AIIB, Zou Jiayi, mengatakan dukungan bank akan membantu modernisasi fasilitas, peningkatan peralatan, dan penguatan capacity building untuk memungkinkan diagnosis lebih dini, perawatan lebih baik, dan akses yang lebih merata di seluruh negeri.

Jiayi bercerita dia bertemu seorang pasien muda yang memberinya kerajinan tangan dan membagikan mimpinya menjadi astronot.

“Saya sangat berharap mimpinya menjadi kenyataan,” kata Jiayi. “Jika itu terjadi, artinya kita semua telah berhasil.”

Berita terkait:
Cath lab necessary interventional measure in heart disease: Minister
Govt aims to improve mother-child health service at vertical hospitals

Reporter: Mecca Yumna Ning Prisie

Editor: Rahmad Nasution

Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar