loading…
Di usia sangat muda, Laurent Simons telah menyandang gelar doktor (PhD) Fisika Kuantum dari University of Antwerp. Foto/X Mathonymics.
JAKARTA – Di usia yang sangat muda, Laurent Simons telah meraih gelar doktor (PhD) Fisika Kuantum dari University of Antwerp. Tidak berhenti disitu, Laurent sekarang melanjutkan PhD keduanya dibidang ilmu kedokteran dengan misi yang mulia: membantu manusia hidup lebih sehat dan panjang umur.
Walau memiliki kecerdasan yang luar biasa, Laurent tidak pernah mengejar gelar hanya untuk pamer prestasi. Motivasi dia sederhana namun menyentuh. Ia ingin memahami tubuh manusia lebih dalam setelah kehilangan kakek dan nenek tercinta karena penyakit. Rasa sayang itulah yang menjadi bahan bakar semangatnya dalam menempuh pendidikan dengan sangat cepat.
Baca juga: Cerita Sastia Prama Putri, Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Berpaspor Indonesia
Lulus SMA di Usia 8 Tahun
Dikutip dari Instagram Kobi Education, sejak kecil, kemampuan belajar Laurent diibaratkan seperti spons. Dia bisa menyerap materi pelajaran dengan sangat cepat. Gurunya menyadari bahwa Laurent bisa menguasai pelajaran satu tahun hanya dalam beberapa minggu.
Karena sekolah reguler dianggap terlalu lambat dan membosankan baginya, sekolah menawarkan program akselerasi. Hasilnya luar biasa. Materi SMP dan SMA yang biasanya ditempuh dalam enam tahun, berhasil diselesaikan Laurent hanya dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Dia bahkan lulus SMA pada usia 8 tahun.
Baca juga: Kisah Izzat, Pernah Jadi Kuli dan Loper Koran di Jepang, Kini Raih Gelar Doktor Biologi Kelautan
S1 di Belanda, Pindah ke Belgia
Pada usia 9 tahun, Laurent memilih jurusan teknik elektro di Belanda untuk kuliah S1-nya. Dia kembali mendapatkan fasilitas akselerasi. Namun karena usianya terlalu muda dan kampus tidak mengizinkannya lulus sebelum usia 10 tahun, orang tuanya memutuskan untuk memindahkannya ke Belgia.