Dampak Kenaikan Harga Emas pada Perhitungan Zakat Ramadan Ini

Seiring berjalannya bulan suci Ramadan, banyak Muslim di seluruh dunia bersiap untuk menunaikan rukun Islam esensial lainnya: membayar zakat.

Zakat merupakan bentuk amal wajib dalam Islam, yang bertujuan menopang kaum dhuafa dan mendorong kesetaraan ekonomi.

Rekomendasi Cerita

daftar 4 item
akhir daftar

Meski banyak yang memilih membayar zakat selama Ramadan demi pahala spiritualnya, zakat dapat diberikan kapan saja dalam setahun.

Sejak Ramadan tahun lalu, harga emas hampir berlipat ganda, dari sekitar $2.900 per ons menjadi lebih dari $5.100 saat ini.

Kenaikan harga emas secara langsung memengaruhi zakat dalam dua hal: Pertama, ia mengubah batas ambang kepatutan (nisab), artinya lebih banyak individu yang kini mungkin bebas dari kewajiban zakat. Kedua, ia meningkatkan jumlah nominal zakat yang harus dibayar berdasarkan kepemilikan emas seseorang, sehingga kontribusi keseluruhan terhadap amal menjadi lebih besar.

Dalam penjelasan visual ini, kami menjawab pertanyaan umum seputar zakat untuk membantu Anda memahami tujuan, perhitungan, dan jenis-jenisnya.

Apa itu Zakat dan Sedekah?

Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam, menjadikannya bagian inti dari ibadah. Kata zakat bermakna penyucian atau pertumbuhan, dan diperintahkan dalam Al-Qur’an sebagai sarana untuk menyucikan harta, memajukan keadilan sosial, serta menolong mereka yang membutuhkan.

Zakat diwajibkan bagi Muslim yang memenuhi ambang batas finansial yang disebut nisab, dan diberikan setiap tahun dengan persentase tetap sebesar 2,5% (seperempat puluh) dari kekayaan seseorang. Lebih lanjut tentang cara menghitungnya akan dijelaskan kemudian.

Sedekah, di sisi lain, adalah amal sukarela dalam jumlah berapa pun yang dapat diberikan kapan saja.

Siapa yang Wajib Memberikan Zakat?

Zakat wajib bagi Muslim dewasa yang kekayaannya melebihi ambang batas nisab, yaitu jumlah minimum untuk menjadi wajib zakat.

Tahun ini, nisab setara dengan 85 gram (3 ons troy) emas, atau kira-kira $15.000 berdasarkan harga pasar saat ini. Tahun lalu, nisab berkisar $8.000.

Walau 85 gram adalah standar modern yang diterima luas oleh banyak organisasi, berat klasiknya adalah 20 mitsqal atau 7,5 tola—keduanya satuan berat tradisional untuk logam mulia—yang setara dengan kira-kira 87,48 gram.

MEMBACA  KTT G20 di Afrika Selatan: Daftar Peserta dan Agenda Utama

Selain standar emas untuk menentukan jumlah nisab, terdapat juga standar perak. Nisab berdasarkan perak setara dengan 595 gram (19 ons troy) logam tersebut. Hal ini mengakomodasi berbagai kondisi ekonomi dan memastikan zakat tetap terjangkau dan relevan bagi beragam kalangan.

Jika kekayaan seorang Muslim tetap berada di atas ambang batas ini selama satu tahun qamariyah penuh, maka ia wajib membayar zakat.

Bagaimana Zakat Dihitung?

Tarif standar zakat adalah 2,5 persen (seperempat puluh) dari kekayaan wajib zakat seseorang.

Sebagai contoh, jika kekayaan wajib zakat seseorang sebesar $20.000, maka jumlah zakat yang harus dibayar adalah $500 ($20.000 × 2,5% = $500).

Perhitungan Zakat untuk Pemilik Emas

Jika Anda memiliki emas fisik seperti batangan, koin, atau perhiasan, zakat harus dihitung berdasarkan nilai pasarnya saat ini, bukan harga beli awal.

Memahami nilai suatu barang emas memerlukan pengetahuan tentang beratnya dalam ons troy beserta kadar kemurniannya dalam karat. Satu ons troy setara dengan 31,1035 gram.

Pada harga $5.100 per ons troy, 1 gram emas murni bernilai sekitar $164.

(Al Jazeera)

Karat (disingkat “K” atau “ct”) mengukur kemurnian suatu barang emas. Emas murni adalah 24 karat, sementara karat yang lebih rendah seperti 22, 18, dan 9 menandakan bahwa emas tersebut dicampur dengan logam lain yang lebih murah seperti perak, tembaga, atau seng.

Untuk menentukan kemurnian emas, para perhiasan diwajibkan mencap angka pada barang tersebut, seperti 24K atau angka seperti 999 yang menandakan kemurnian 99,9 persen. Misalnya, emas 18K biasanya memiliki cap 750, menandakan kemurnian 75 persen.

Perlu dicatat bahwa berbagai mazhab Islam membedakan antara emas yang digunakan sebagai perhiasan yang dipakai dan emas yang disimpan sebagai investasi dalam menentukan kewajiban zakatnya.

Untuk menghitung zakat pada perhiasan emas, Anda dapat mengikuti rumus berikut:

Berat Murni (24k) = (Total berat barang emas Anda dalam gram × karat) / 24
Harga Emas per gram = Harga emas saat ini (dalam ons troy) / 31,1035
Jumlah Zakat = (Berat Murni (24k) dalam gram × harga emas per gram) × 0,025

Contohnya, jika Anda memiliki kalung 18 karat dengan berat 40 gram:

Berat Murni (24k) = (18 × 40) / 24 = 30 gram
Harga Emas per gram = $5.100 / 31,1035 = $164
Jumlah Zakat = (30 × 164) × 0,025 = $123

Jika kalung tersebut merupakan satu-satunya tabungan Anda, maka Anda berada di bawah batas nisab. Jika tidak, Anda diwajibkan membayar zakat sebesar $123 untuk barang emas tersebut.

MEMBACA  Bagaimana Rencana Greenland Trump Dapat Mempengaruhi Ozempic, Legos, dan Alat Bantu Dengar

Anda dapat menggunakan kalkulator di bawah untuk menghitung zakat yang terutang pada barang emas:

Apa Saja Jenis-Jenis Zakat?

Terdapat dua jenis zakat utama: Zakat mal dan zakat fitrah.

Zakat mal, yang berarti “zakat atas harta”, adalah bentuk zakat yang paling umum dikenal. Ini merupakan kewajiban bagi Muslim yang kekayaannya melebihi batas nisab untuk menyumbangkan 2,5 persen dari asetnya setiap tahun.

Zakat fitrah adalah sumbangan amal wajib berupa makanan sebelum salat Id, menandai berakhirnya Ramadan. Zakat ini diberikan untuk membantu mereka yang membutuhkan merayakan Idul Fitri. Jumlahnya umumnya setara dengan biaya satu kali makan untuk satu orang.

Apa Saja Aset yang Wajib Dizakati?

Zakat wajib dibayarkan atas aset dan simpanan yang disimpan untuk dijual kembali atau diambil keuntungannya, termasuk:

  • Tabungan dan uang tunai
  • Emas dan perak
  • Aset dan keuntungan usaha
  • Investasi
  • Hasil pertanian dan ternak

Zakat tidak diwajibkan atas aset yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti:

  • Rumah yang Anda tinggali
  • Kendaraan pribadi
  • Harta pokok seperti pakaian, perabotan, dan peralatan rumah tangga

Siapa yang Berhak Menerima Zakat?

Zakat dirancang untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan menopang mereka yang kurang beruntung. Oleh sebab itu, zakat harus diberikan kepada Muslim yang memenuhi kriteria kebutuhan dan kekurangan harta. Al-Qur’an menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat (asnaf):

  1. Fakir – mereka yang hampir tidak memiliki penghasilan.
  2. Miskin – mereka yang memiliki sumber daya tetapi tidak cukup untuk hidup layak.
  3. Amil – individu atau organisasi yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
  4. Muallaf – mualaf atau mereka yang cenderung kepada Islam yang membutuhkan dukungan finansial.
  5. Riqab – (budak) historis digunakan untuk memerdekakan budak; kini diterapkan pada yang setara seperti pekerja terikat.
  6. Gharimin – mereka yang terbebani utang yang tidak mampu mereka lunasi.
  7. Fisabilillah – mereka yang bekerja di jalan Allah (seperti dakwah, pendidikan, atau upaya kemanusiaan).
  8. Ibnus Sabil – musafir yang kehabisan bekal di perjalanan.

Zakat tidak boleh diberikan kepada anggota keluarga inti yang menjadi tanggungan finansial seseorang (seperti orang tua, anak, atau pasangan). Zakat juga tidak boleh diberikan kepada mereka yang memiliki kekayaan di atas batas nisab.

Kapan Zakat Harus Dibayar?

Setelah kekayaan seorang Muslim melampaui ambang nisab, mereka wajib membayar zakat, dengan syarat mereka telah memiliki kekayaan tersebut selama satu tahun qamariyah penuh (disebut haul).

Jadi, jika kekayaan seseorang tetap di atas batas nisab selama setahun penuh, maka ia berkewajiban membayar zakat.

Namun, jika kekayaan turun di bawah nisab di tengah tahun, tidak ada kewajiban membayar zakat.

Sebagai contoh, jika kekayaan seseorang melebihi nisab selama beberapa bulan tetapi kemudian turun di bawahnya sebelum genap setahun, maka ia tidak wajib membayar zakat. Kewajiban zakat baru muncul ketika kekayaan tetap di atas nisab secara berkesinambungan selama satu tahun qamariyah.

Jika seseorang terlambat membayar zakat dari tahun-tahun sebelumnya, ia harus menghitung dan membayarnya secara retrospektif.

Zakat dapat diberikan langsung kepada yang membutuhkan atau melalui lembaga amal tepercaya yang mendistribusikannya sesuai ketentuan. Meski dianjurkan untuk membantu mereka yang terdekat, zakat juga dapat diberikan secara internasional di tempat yang lebih membutuhkan.

Dengan mewajibkan individu berkecukupan untuk memberikan sebagian asetnya, zakat mencegah penumpukan kekayaan di tangan segelintir orang dan mendorong distribusi sumber daya yang lebih adil, sehingga mendukung keseimbangan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pendapatan.

MEMBACA  GM Menanggung Kerugian USD 1,6 Miliar Usai Insentif Pajak Mobil Listrik Berakhir di AS

Tinggalkan komentar