Menteri Indonesia Desak Prioritas Pembangunan Infrastruktur di Papua

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menyatakan hari Kamis bahwa percepatan pembangunan infrastruktur di Papua harus diprioritaskan lewat mekanisme perencanaan khusus.

“Dalam Forum Perencanaan Pembangunan Khusus Papua, kita sudah pertimbangkan kebutuhan infrastruktur kunci, seperti pelabuhan, jembatan penting, dan perbaikan jalan. Tanpa ini, hasil panen dan logistik bisa terganggu,” ujarnya di Jakarta, mengutip pertemuan dengan Bupati Merauke Yoseph B. Gebze.

Dia menambahkan bahwa forum itu juga harus membahas infrastruktur di daerah perbatasan dan zona strategis, misalnya pos pertahanan pantai, untuk memperkuat keamanan nasional.

Pambudy menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus terintegrasi dengan penguatan perbatasan dan keamanan wilayah, sekaligus memasukkan program prioritas nasional ke dalam rencana pembangunan Merauke.

“Program pusat, seperti inisiatif kampung nelayan, harus menjadi bagian integral dari pembangunan Merauke. Proyek-proyek mendesak harus didahulukan, dilanjutkan dengan tahap-tahap berikutnya,” kata menteri tersebut.

Bupati Merauke Yoseph B. Gebze mencatat bahwa posisi Merauke sebagai daerah perbatasan dan ‘gerbang timur’ Indonesia membuat pertahanan, konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi menjadi prioritas utama.

“Empat fokus pembangunan daerah adalah meningkatkan sumber daya manusia, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menyelaraskan perencanaan lokal dengan kebijakan nasional serta provinsi,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, koordinasi teknis akan diperkuat untuk memastikan prioritas pembangunan Merauke terpenuhi, mencakup infrastruktur, layanan dasar, dan pengembangan kawasan perbatasan.

Inisiatif ini bertujuan mendukung ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan di seluruh Indonesia timur melalui upaya pembangunan yang terarah dan terpadu.

Berita terkait: Daerah Papua terima dana otonomi khusus kuartal pertama 2026

Berita terkait: Kolaborasi hijau dorong visi Indonesia bersih di Papua

Penerjemah: M.Baqir IA, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  MotoGP Mandalika 2024 Akan Tetap Diselenggarakan Meskipun Biaya Hosting Rp213 Miliar Belum Dibayar

Tinggalkan komentar