PENJELASAN
Mengurai kontroversi seputar kehadiran pemain kriket Pakistan di liga franchise yang timnya dimiliki sebagian oleh pebisnis India.
Dengarkan artikel ini | 4 menit
Sebuah turnamen kriket franchise di Inggris menjadi sorotan kontroversi terkait seleksi pemain Pakistan untuk tim-tim yang dimiliki sebagian oleh perusahaan India.
Empat dari delapan tim di The Hundred—liga kriket franchise profesional yang diorganisir oleh England and Wales Cricket Board (ECB)—dimiliki sebagian oleh pebisnis yang juga memiliki franchise di Indian Premier League (IPL).
Rekomendasi Cerita
- Item 1
- Item 2
- Item 3
Berbagai laporan media pekan lalu menyebutkan bahwa pemain kriket Pakistan tidak akan dipertimbangkan oleh keempat tim ini saat pemain didraf dalam lelang bulan Maret mendatang.
Hal ini memicu kemarahan di dunia kriket, dengan pemain masa kini dan mantan pemain mengkritik keputusan yang dilaporkan tersebut dan mendesak ECB memastikan keidakberpihakan dalam proses lelang.
Berikut analisis dari perselisihan ini:
Apa kata laporan mengenai pengecualian pemain Pakistan?
Menurut BBC, seorang agen olahraga diberi tahu oleh pejabat ECB bahwa pemain Pakistan dalam daftarnya yang ingin mendaftar untuk The Hundred tidak akan dipertimbangkan oleh tim-tim yang terkait dengan IPL.
“Agen lain menggambarkan situasi ini sebagai ‘aturan tak tertulis’ di berbagai liga T20 dengan investasi India,” bunyi laporan tersebut.
Apa kata ECB tentang inklusi pemain Pakistan?
“England and Wales Cricket Board dan semua delapan franchise tim The Hundred menegaskan kembali komitmen mereka untuk memastikan The Hundred tetap menjadi kompetisi yang inklusif, menyambut, dan terbuka untuk semua,” kata ECB dalam sebuah pernyataan pada Rabu.
“Kedelapan tim berkomitmen bahwa seleksi hanya didasarkan pada performa kriket, ketersediaan, dan kebutuhan masing-masing tim.”
“The Hundred didirikan untuk menjangkau audiens baru, mengembangkan olahraga kriket, dan memastikan bahwa setiap orang—terlepas dari etnis, gender, keyakinan, kewarganegaraan, atau latar belakang lainnya—dapat merasa menjadi bagian dari olahraga kami. Ini telah menjadi prinsip panduan sejak awal dan tetap menjadi inti dari segala yang kami lakukan,” bunyi pernyataan itu.
ECB menyatakan ada regulasi untuk mengambil “tindakan tegas” terhadap diskriminasi.
“Pemain tidak boleh dikecualikan atas dasar kewarganegaraan mereka,” tegas mereka.
Apa kata pemain Pakistan?
Batsman Pakistan Sahibzada Farhan menyatakan seleksi pemain adalah wewenang franchise, namun ia berharap untuk terpilih setelah mendaftarkan minatnya pada liga tersebut.
“Ini bukan di tangan kami siapa yang memilih kami atau tidak,” kata Farhan, yang menjadi pencetak run tertinggi di Piala Dunia T20 ICC yang sedang berlangsung, pada Senin.
“Di mana pun kami mendapat kesempatan dan siapa pun yang berminat bisa memilih kami. Kami siap bermain di liga itu.”
“Saya berharap untuk terpilih. Setiap orang ingin bermain di liga terbaik. The Hundred adalah salah satu liga terbaik. Mari kita berharap yang terbaik.”
Farhan telah mencetak satu century T20 dalam turnamen ini dan berada di peringkat ketiga dalam peringkat batting T20 putra ICC.
Berapa banyak pemain Pakistan yang mendaftar untuk lelang The Hundred?
Pemain bola cepat Shaheen Shah Afridi, Naseem Shah, dan Haris Rauf termasuk di antara 67 pemain Pakistan yang telah mendaftar untuk lelang bulan depan.
Farhan, Shadab Khan, dan Saim Ayub juga ada dalam daftar tersebut.
Kapten tim putri Pakistan Fatima Sana, serta pebowler T20 putri peringkat atas Sadia Iqbal, all-rounder Diana Baig, dan wicketkeeper-batter Muneeba Ali telah mendaftar untuk lelang putri.
Apakah orang Pakistan pernah bermain di The Hundred sebelumnya?
The Hundred tahun lalu menampilkan dua pemain Pakistan—Mohammed Amir dan Imad Wasim—namun beberapa lainnya, termasuk Afridi, pernah bermain di turnamen ini di masa lalu.
Franchise mana yang dimiliki pebisnis India?
ECB memiliki kepemilikan penuh atas kompetisi dan regulasinya, namun tahun lalu, mereka menjual saham di liga tersebut kepada investor dari India dan Amerika Serikat untuk menghasilkan ratusan juta pound guna menyelamatkan permainan domestik Inggris yang tertekan secara finansial.
Manchester Super Giants, MI London, Southern Brave, dan Sunrisers Leeds dimiliki bersama oleh perusahaan India yang juga memiliki tim di IPL.
Kapan lelang The Hundred dan bagaimana bisa mengikutinya?
Lelang putri akan berlangsung pada 11 Maret, dan lelang putra akan diadakan sehari setelahnya.
Acara akan disiarkan langsung di situs web liga.