Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan Proyek Peningkatan Layanan Lokal (LSDP) untuk memperkuat layanan pengelolaan sampah di 30 kabupaten dan kota.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan Kemendagri akan melaksanakan LSDP bersama Kementerian Lingkungan Hidup, dengan dukungan dari Bank Dunia. Program ini akan menargetkan daerah yang menghasilkan sekitar 100 hingga 120 ton sampah per hari.
“Kami mencari daerah yang produksi sampahnya mencapai antara 100 sampai 120 ton per hari; nanti akan kami berikan bantuan keuangan menggunakan dana Bank Dunia,” kata Karnavian dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan bahwa daerah yang sudah termasuk dalam zona pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) tidak akan bisa mendapat bantuan LSDP.
Sementara daerah dengan tingkat produksi sampah di bawah 100-120 ton per hari justru akan didorong untuk menangani pengelolaan sampah dari sumbernya, tambahnya.
Menteri mendorong para kepala daerah untuk mengunjungi kabupaten atau kota lain yang telah berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah untuk mempelajari cara menyelesaikan masalah sampah dari sumbernya.
LSDP adalah program yang didukung Bank Dunia yang bertujuan memperkuat kapasitas keuangan dan kelembagaan untuk meningkatkan layanan pengelolaan sampah lokal.
Indikator keberhasilannya mencakup penerapan regulasi nasional tentang standar pengelolaan sampah, peningkatan alokasi anggaran daerah untuk pengelolaan sampah, volume sampah yang terkumpul dan terolah semakin tinggi, serta pengurangan sampah yang dibuang ke TPA.
Inisiatif ini melengkapi program pemerintah lainnya untuk menangani sampah, termasuk pengembangan PLTSa yang direncanakan untuk 33 daerah yang menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari.
Berita terkait: Dari sampah plastik jadi bahan bakar, Bali tingkatkan upaya energi berkelanjutan
Berita terkait: Presiden targetkan sampah perkotaan dengan 34 pembangkit listrik baru
Penerjemah: Prisca Triferna, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026