Rabu, 25 Februari 2026 – 11:19 WIB
Iran hampir menyepakati kesepakatan dengan China untuk membeli rudal jelajah anti-kapal, menurut enam sumber yang tau tentang negosiasi ini. Ini terjadi bersamaan dengan Amerika Serikat yang mengerahkan kekuatan angkatan laut besar di dekat perairan Iran, memaksa kemungkinan Teheran menyiapkan serangan balasan.
Kesepakatan untuk rudal CM-302 buatan China itu hampir final, meski tanggal pengirimannya belum disetujui, kata para sumber tadi.
Rudal supersonik ini punya jangkauan sekitar 290 km dan didesain untuk menghindari pertahanan musuh dengan terbang rendah dan cepat. Keberadaan rudal ini akan sangat meningkatkan kemampuan serang Iran dan jadi ancaman serius buat pasukan angkatan laut AS di kawasan, menurut dua ahli persenjataan.
Perusahaan milik negara China, China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC), memasarkan CM-302 sebagai rudal anti-kapal terbaik di dunia yang bisa menenggelamkan kapal induk atau kapal perusak. Sistem senjata ini bisa dipasang di kapal, pesawat, atau kendaraan darat. Sistem ini juga bisa menghancurkan target di darat.
Negosiasi dengan China untuk beli sistem rudal ini —yang udah dimulai minimal dua tahun lalu— makin intens setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran di bulan Juni, menurut keenam sumber tadi, termasuk tiga pejabat yang dapat briefing dari pemerintah Iran serta tiga pejabat keamanan.
Saat perundingan masuk tahap akhir musim panas lalu, pejabat militer dan pemerintah senior Iran melakukan kunjungan ke Tiongkok, termasuk Massoud Oraei, wakil menteri pertahanan Iran, menurut dua pejabat keamanan. Oraei dilaporkan belum pernah ke Tiongkok sebelumnya.
"Ini akan mengubah segalanya kalau Iran punya kemampuan supersonik untuk serang kapal di wilayah itu," kata Danny Citrinowicz, mantan perwira intelijen Israel yang sekarang jadi peneliti senior Iran di Institut Studi Keamanan Nasional Israel.
"Rudal-rudal ini sangat sulit untuk dicegat."
Reuters belum bisa memastikan berapa banyak rudal dalam kesepakatan potensial ini, berapa harga yang disetujui Iran, atau apakah China akan lanjutkan kesepakatan ini mengingat ketegangan di kawasan yang makin meningkat.
"Iran punya perjanjian militer dan keamanan dengan sekutunya, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan perjanjian-perjanjian ini," kata seorang pejabat kementerian luar negeri Iran kepada Reuters.
Halaman Selanjutnya