Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pada Selasa bahwa ia setuju dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad untuk menunda rencana impor 105.000 mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa Merah Putih.
“Dasco memberikan komentar kemarin, dan kami akan mengikuti saja Dasco,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan di Jakarta.
Pada Senin, Dasco mendesak pemerintah untuk menunda rencana impor karena Presiden Prabowo Subianto sedang dalam kunjungan kerja luar negeri. Ia mengatakan presiden kemungkinan akan membahas detail proposal tersebut dan mencari masukan tentang kesiapan perusahaan dalam negeri.
Purbaya menuturkan Presiden Prabowo Subianto memiliki sikap yang jelas dalam masalah ini, dan menambahkan bahwa presiden ingin memajukan industri domestik.
“Menurut pandangan saya, tujuan Presiden adalah untuk mendongkrak industri dalam negeri. Saya pikir posisi Presiden sudah jelas soal ini,” ujarnya.
Berita tentang rencana impor oleh BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara pertama kali diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), di situs webnya pada 4 Februari 2026. M&M menyatakan akan menyuplai 35.000 unit pikap Scorpio.
Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi ke media lokal bahwa perusahaan berencana mengimpor 105.000 kendaraan dari pabrikan India.
Ratusan ribu kendaraan itu terdiri dari 35.000 unit pikap 4×4 dari M&M, 35.000 unit pikap 4×4, dan 35.000 unit truk enam roda dari Tata Motors.
Namun, Joao mengatakan perusahaannya siap mengikuti permintaan DPR untuk menunda impor pikap dari India.
Ia juga memastikan bahwa unit-unit yang sudah tiba di Indonesia akan menunggu instruksi resmi pemerintah sebelum digunakan atau didistribusikan.
Berita terkait: Indonesia eyes India chip, AI cooperation at New Delhi summit
Berita terkait: Indonesia, India move to expand strategic ties in digital affairs
Penerjemah: Imamatul Silfia, Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026