Amman, Yordania (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara dana kekayaan bangsa Indonesia, Danantara, dan Arm Limited di London pada Senin. Kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperkuat industri semikonduktor di Indonesia.
Danantara diwakili oleh Direktur Utamanya, Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi. Beberapa menteri lain, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, juga hadir menyaksikan.
Menteri Hartarto menyatakan bahwa kemitraan ini adalah kelanjutan dari arahan Presiden Prabowo untuk memajukan kemandirian teknologi nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan energi di Indonesia.
"Ini adalah lompatan besar bagi ekosistem digital," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan asal Inggris, Arm Limited, dipilih Danantara sebagai mitra karena pangsa pasarnya yang memimpin, yakni sekitar 96 persen dalam teknologi chip otomotif dan hampir 94 persen dalam desain chip untuk pusat data dan aplikasi AI.
"Kolaborasi ini membantu Indonesia menguasai teknologi semikonduktor. Arm adalah salah satu perusahaan yang mendominasi pasar semikonduktor, terutama di bidang desain. Ini adalah sektor paling hulu dalam industri semikonduktor," jelas Hartarto.
Dia menambahkan bahwa perjanjian kerangka kerja Danantara-Arm Limited diharapkan menjadi dasar untuk melatih 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm.
"[Tujuannya] agar mereka menguasai teknologi desain chip. Rencananya, kolaborasi akan berlanjut hingga ke generasi semikonduktor atau chip berikutnya, sehingga Indonesia bisa mengembangkan kemampuan di sektor semikonduktor dan desain," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Dirut Danantara Rosan Roeslani menyampaikan harapannya agar kemitraan ini berdampak pada pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia.
Menurut dia, kerja sama ini mencakup pengiriman ahli ke luar negeri atau mendatangkan ahli Arm langsung ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus.
"Enam industri akan dipilih untuk pengembangan chip ini. Rencananya, seperti disebutkan sebelumnya, 15.000 insinyur kita akan dikirim untuk dilatih oleh Arm, baik dengan mengirim mereka ke sana ataupun mendatangkan instrukturnya ke Indonesia dengan modul-modulnya," jelasnya.
Berita terkait: Indonesia’s Danantara unveils US$13.1B investment plan for 2026
Berita terkait: Prabowo mengundang Australia berinvestasi dengan Danantara di sektor pertanian dan pertambangan
Penerjemah: Genta Tenri, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026