Pemerintah Minta Daerah Awasi Harga Pangan Saat Ramadan

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, mendorong Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan inspeksi lapangan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar.

Pesan ini disampaikannya dalam rapat koordinasi inflasi daerah di Jakarta pada Senin, menyusul kenaikan harga di beberapa wilayah pada pekan pertama Ramadan.

Barang yang terkena dampak antara lain cabai rawit, bawang putih, dan daging sapi.

Tohir menyatakan pemantauan di tingkat petani menunjukan stok dan harga relatif stabil. Namun, harga di tingkat distributor telah naik, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia mendesak pemerintah daerah dan TPID untuk bertindak tegas terhadap distributor yang menjual di atas batas harga yang ditetapkan.

Tohir juga meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) membantu menstabilkan harga beras di daerah yang mengalami kenaikan, termasuk dengan menambah pasokan jika diperlukan.

Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mencegah harga beras melampaui HET dan mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada beras.

Menjaga harga stabil akan meningkatkan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok, tambahnya. Ia mendorong tim pengendali inflasi untuk mengoptimalkan intervensi mereka.

“Jika momentum pengendalian harga bahan pokok ini dapat dipertahankan, Idul Fitri tahun ini akan menjadi yang terbaik dalam hal stabilitas harga,” kata Tohir.

Berita terkait: DPR mendesak pemerintah lindungi daya beli masyarakat jelang Ramadan
Berita terkait: Wapres Gibran desak subsidi untuk tekan inflasi di pasar tradisional

*Penerjemah: Fianda Sjofjan, Raka Adji
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026*

MEMBACA  Pemerintah Menyusun Regulasi Penggunaan Metana dari Limbah Kelapa Sawit

Tinggalkan komentar