Ekspor Beras Haji: 2.280 Ton Berangkat ke Arab Saudi Sejak 28 Februari

Jakarta (ANTARA) –

Badan logistik negara Indonesia, Bulog, akan mengekspor 2.280 ton beras untuk jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi mulai 28 Februari. Ini merupakan pengiriman pertama Indonesia untuk mengirim beras produksi dalam negeri ke luar negeri khusus untuk jemaah haji.

Pengiriman akan dilakukan dalam dua gelombang pada 28 Februari dan 4 Maret, menyusul rapat koordinasi terbatas antar kementerian. Hal ini diungkapkan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta pada Senin.

Ekspor ini bernilai sekitar Rp150 miliar (sekitar US$9,6 juta) dan akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta menuju Pelabuhan Jeddah. Selanjutnya, distribusi ke dapur-dapur haji akan ditangani oleh importir lokal.

Pengiriman dua tahap ini bertujuan untuk mengamankan logistik dan memastikan cadangan pasokan jika ada gangguan selama pelayaran, yang diperkirakan memakan waktu lima hingga enam minggu.

Beras ini memenuhi spesifikasi premium yang diminta mitra Saudi, dengan tingkat beras patah maksimal 5 persen dan kadar air dibawah 14 persen, sehingga menjamin kualitas tinggi untuk jemaah haji Indonesia.

“Ini adalah beras premium untuk jemaah haji Indonesia. Tahun ini, Indonesia menunjukkan kemampuannya untuk menyuplainya secara mandiri,” ujar Ahmad.

Pengiriman ini didukung koordinasi antara beberapa kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Bulog menyatakan ekspor ini tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri, karena didukung perencanaan stok yang hati-hati dan cadangan nasional yang mencukupi.

Berita terkait: Indonesia bidik pasar ritel Saudi usai sukses ekspor beras haji

Berita terkait: Indonesia jamin dukungan penuh untuk jemaah haji dan umrah di luar negeri

MEMBACA  RI yakin dapat mempertahankan surplus ekspor ke AS selama masa kepresidenan Trump

Penerjemah: Aria Ananda, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar