Gaji Rp540 Juta per Tahun, Pekerja AS Berduyun-duyun Daftar Militer

loading…

Bergaji Rp540 juta per tahun, warga kelas pekerja AS berbondong-bondong gabung militer. Foto/X

WASHINGTON – Menurut data dari Departemen Pertahanan AS (DoD), pada tahun 2025 militer AS mempekerjakan kira-kira 1,3 juta personel aktif dan sekitar 760.000 personel cadangan di semua cabangnya. Sejak itu, jumlahnya terus bertambah.

Setelah beberapa dekade menurun karena wajib militer berakhir, jumlah pendaftar mulai naik lagi. Pentagon melaporkan ada 146.473 rekrutan baru di tahun fiskal 2024 – meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun 2022 – dan para petugas rekrutmen bilang mereka dalam jalur yang tepat untuk memenuhi atau bahkan melampaui target di tahun 2025.

Menurut para pengamat, kenaikan ini tidak serta merta tanda kepercayaan publik yang pulih atau lonjakan semangat patriotik. Sebaliknya, ini terjadi di tengah tekanan ekonomi yang berkepanjangan di berbagai sektor di negara itu.

Seperti dilaporkan Press TV, pendapatan rumah tangga rata-rata kebanyakan stagnan sepanjang tahun 2010-an dan awal 2020-an, sementara harga rumah dan biaya kuliah naik jauh lebih cepat dari kenaikan gaji.

Tanda-tanda tradisional keamanan hidup kelas menengah – punya rumah, gelar sarjana, pekerjaan stabil – semakin sulit dicapai banyak keluarga.

Dalam kondisi seperti ini, angkatan bersenjata muncul sebagai salah satu dari sedikit lembaga yang menawarkan pendapatan pasti, perawatan kesehatan bersubsidi, dan tunjangan pendidikan yang besar.

Bagi para pemuda di komunitas yang tertekan secara ekonomi, mendaftar militer sering kali bukan dilihat sebagai panggilan jiwa, tapi lebih sebagai keputusan yang sudah dihitung-hitung. Secara resmi, dinas militer itu sukarela. Tapi dalam prakteknya, ketika jalur karier sipil menyempit dan mobilitas sosial ke atas menurun, batas antara kesempatan dan paksaan ekonomi bisa jadi semakin buram.

MEMBACA  Turki Ancam Tindakan Militer terhadap Pasukan Kurdi di Suriah | Berita

Dari mana asal rekrutan Amerika?

Kalau dilihat lebih dekat, rekrutmen militer AS memperlihatkan pola yang konsisten. Rekrutan baru kebanyakan berasal dari kota-kota kelas pekerja dan daerah pedesaan, bukan dari pinggiran kota kaya atau komunitas kampus elit.

Pengisian personel angkatan bersenjata paling banyak terjadi di daerah-daerah dimana peluang ekonomi sangat terbatas.

Di tahun 2023, sekitar 63 persen rekrutan aktif baru berasal dari daerah non-perkotaan – persentase tertinggi sejak setidaknya tahun 2010.

Banyak daerah pedesaan, yang menghadapi gaji stagnan, industri yang menyusut, dan akses terbatas ke pendidikan tinggi, kini menyuplai sebagian besar personel. Dinas militer di daerah-daerah ini sering jadi salah satu dari sedikit pilihan yang menawarkan gaji pasti, asuransi kesehatan, dan bantuan biaya kuliah.

Profil demografinya juga memperjelas kesenjangan ini. Sekitar 87 persen rekrutan baru di tahun 2023 berusia 18 sampai 24 tahun, dengan usia rata-rata 21 tahun. Sebagian besar cuma punya ijazah SMA atau setara (82-85 persen), dan hanya sedikit yang punya pengalaman kuliah.

Mereka adalah pemuda yang baru memulai kehidupan kerja, sering kali dengan daya tawar yang lemah di pasar tenaga kerja yang gagal menyediakan alternatif yang stabil.

Meskipun Pentagon tidak merilis data detail tentang pendapatan keluarga rekrutan, data pendapatan rumah tangga yang ada menunjukkan banyak yang berasal dari komunitas dengan pendapatan rata-rata dibawah standar nasional.

Ketidakseimbangan regional ini sudah berlangsung lama. Negara-negara bagian di Selatan menyumbang sekitar 40 persen personel militer AS, lebih banyak dari wilayah lain dan jauh diatas porsi mereka dalam populasi nasional.

Sebaliknya, sebagian besar wilayah Timur Laut dan Midwest Atas tetap kurang terwakili dalam angka rekrutmen. Perbedaan ini mencerminkan kesenjangan ekonomi yang lebih luas.

MEMBACA  Kumpulan video yang dibagikan di media sosial secara salah mengklaim bahwa gempa bumi besar terjadi di Turki pada tahun 2025

Sebagian wilayah Selatan dan pedesaan Amerika terus tertinggal dalam hal penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan gaji, dan kesempatan pendidikan. Bagi banyak orang, gabung militer bukan sekedar pilihan karier. Itu adalah salah satu dari sedikit pilihan stabil yang tersisa.

https://revistas.unav.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Frevistas.unav.edu%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=6uZDknbb

Tinggalkan komentar