Jakarta (ANTARA) – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Indonesia, Isma Yatun, melakukan kunjungan tingkat tinggi ke State Audit Organization (SAO) Laos. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral antara lembaga audit kedua negara.
“Momen strategis ini bertujuan untuk memperdalam kolaborasi dalam pengelolaan dan akuntabilitas keuangan negara, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan serta praktik terbaik di antara lembaga audit,” ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK, Teguh Widodo, dalam pernyataannya pada Senin.
Dalam kunjungan tersebut, Yatun melakukan pertemuan dengan Presiden SAO Laos, Viengthavisone Thephachanh. Mereka membahas penguatan kerjasama bilateral, peningkatan kapasitas melalui alih pengetahuan, serta komitmen bersama untuk memperkuat peran Lembaga Audit Tertinggi dalam mendorong tata kelola yang baik di tingkat regional dan global.
Yatun juga bertemu dengan Presiden Otoritas Inspeksi Negara Laos, Vanhxay Phongsavanh, untuk memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, dan pengembangan kapasitas kelembagaan yang mendukung upaya pemberantasan korupsi, dengan tetap menghormati mandat dan kerangka hukum masing-masing institusi.
Selain pertemuan tingkat pimpinan, BPK dan SAO menyelenggarakan seminar bilateral bertajuk “Mekanisme Akses Informasi Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.”
BPK memaparkan mekanismenya dalam mengakses informasi keuangan pemerintah pusat dan daerah sebagai dasar untuk melaksanakan audit yang independen, transparan, dan berkualitas tinggi.
“Melalui kunjungan ini, BPK berharap kerja sama bilateral dengan SAO dapat berkembang secara konkret dan berkelanjutan, mendukung tata kelola dan akuntabilitas keuangan yang lebih kuat baik di dalam negeri maupun di kawasan ASEAN,” kata Widodo.
Di sela-sela KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur pada 26 Mei 2025, Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Laos, Sonexay Siphandone.
Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkolaborasi di sektor-sektor potensial seperti mineral, pertanian, dan pupuk.
Dalam isu keamanan regional, dia menekankan pentingnya upaya bersama melawan kejahatan lintas negara, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, serta penipuan dan perjudian daring.
Berita terkait: BPK Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Auditor PBB
Berita terkait: BPK Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Konferensi Audit Global 2028 di Bali
Penerjemah: Alatas, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026