Banyak CEO yang punya kebiasaan bangun jam 5 pagi, kerja 12 jam sehari, dan sesi gym yang berat—tapi CEO Bupa, Iñaki Ereño, punya cara unik: Pelatih pribadinya adalah anak laki-lakinya yang berumur 23 tahun.
Walau usianya sudah 61 tahun dan jadwalnya sangat sibuk memimpin penyedia layanan kesehatan terbesar di Inggris dan melayani lebih dari 37 juta pelanggan di seluruh dunia, dia hampir tiap hari pergi ke gym—bisa mengikuti ritme anak Generasi Z. Dia percaya rutinitas yang konsisten (walaupun melelahkan) itu adalah kunci untuk mempertahankan kesuksesan jangka panjang. Baik untuk fisik maupun karirnya.
"Rutinitas saya diatur oleh anak saya, dan dia juga menjalankannya… Kami biasanya angkat beban bersama. Dia pelatih pribadi saya," kata Ereño ke Fortune.
"Saya pergi ke gym enam kali seminggu. Empat hari untuk angkat beban dan dua hari di treadmill. Sejujurnya, ketika kamu di atas umur tertentu, dan punya sakit punggung di sana-sini, kamu butuh itu."
Tapi latihan harian ini bukan cuma untuk kekuatan fisik. "100%…benar-benar, benar-benar," katanya ketika ditanya apakah ini membantunya menjalankan bisnis.
"Dia baru memulai karirnya. Saya seperti mengakhiri karir saya," jelas Ereño. Perbedaan generasi itu membantunya mendapatkan perspektif yang beda dari dewan direksinya. Dan tidak seperti karyawan, anaknya tidak ragu untuk menyuarakan pendapat—karena, seperti kata Ereño, anaknya hanya ingin yang terbaik untuk ayahnya.
"Kami bicara soal urusan gym, tapi kami juga bicara tentang hidup kami," kata Ereño, sambil menambahkan bahwa dia suka meminta pendapat anaknya untuk mengembangkan "keterampilan kepemimpinan dan hubungan dengan orang lain."
"Dia bekerja di perbankan, jadi bisnisnya berbeda, tapi lebih ke sisi pribadi, (saya dapat nasihat tentang) bagaimana saya harus berinteraksi dengan kolega?" tambahnya. "Satu hal yang dia tekankan, yang saya hargai, adalah bahwa tidak semua orang itu sama."
Rutin harian CEO Bupa juga termasuk rapat berturut-turut 10 jam dan jalan pulang 50 menit
Bos yang lahir di Spanyol ini pindah ke London ketika dipromosikan jadi CEO Grup Bupa di tahun 2021. Dan dia tidak cuma tetap tajam dengan angkat beban. Dia juga mengumpulkan jumlah langkah harian yang cukup banyak.
Ereño memulai setiap hari jam 6.30 pagi dengan kopi hitam, melihat enam koran—tiga Inggris, tiga Spanyol—di iPad, sebelum naik kereta bawah tanah ke kantor.
Pukul 8 pagi, rapat dimulai, dan Ereño bilang rapatnya berturut-turut sampai jam 6 sore, setelah itu dia istirahat sejenak. "Saya menghabiskan waktu sendiri, sedikit merenungkan hari ini, mungkin menjawab beberapa email," kata Ereño.
Kecuali cuaca London menghalangi, dia jalan kaki sepanjang pulang ke rumah—rute 50 menit yang awalnya dia mulai sebagai "detoks" tapi sekarang jadi kebiasaan harian untuk refleksi dan menenangkan pikiran.
Setiap malam polanya sama: sesi gym dengan anaknya, pergi ke supermarket lokal buat beli makan malam, makan, nonton TV, tidur, dan diulang lagi.
Di atas kertas, mungkin kelihatan biasa. Meski punya paket kompensasi bernilai jutaan pound dan apartemen mewah di Soho, bahkan Ereño mengakui, "hidup saya sangat biasa." Tapi katanya, itu perlu ketika menjalankan perusahaan Fortune 500 senilai £16.9 miliar per tahun dengan lebih dari 100,00 karyawan.
"Keputusan saya berdampak pada banyak orang," tambah Ereño, dan "perpaduan antara tetap rendah hati, berolahraga, dan punya hidup yang stabil semaksimal mungkin" adalah kerangka yang membuatnya waras dan mampu memimpin dengan jelas di bawah tekanan.
CEO Starbucks, Chipotle, dan Airbnb setuju: olahraga menyiapkan hari Anda untuk sukses
Menyisihkan waktu untuk olahraga bukanlah kemewahan untuk eksekutif tingkat tinggi. Bagi beberapa bos paling berpengaruh di dunia, itu membuat mereka tetap berada di performa terbaik.
Jam 5 pagi, sebelum sebagian besar pelanggan mereka memesan latte pertama atau burrito bowl, CEO Starbucks Brian Niccol dan CEO Chipotle Scott Boatwright sudah berdampingan—saling membantu di rak beban.
Walau menjalankan perusahaan saingan, dua bos milioner itu memulai sebagian besar pagi mereka di gym bersama, mendebat tren seperti AI, menu kaya protein, dan mendapatkan perspektif segar tentang ide bisnis masing-masing, seperti robot pembuat guacamole milik Chipotle.
Bagi pendiri dan CEO Airbnb Brian Chesky, satu kali olahraga sehari tidak cukup. Dia memulai setiap pagi sekitar jam 8.30 dengan kardio ringan—entah di StairMaster atau jalan anjing di lingkungan perbukitannya—sebelum mulai kerja, seperti dia bilang ke Fortune. Lalu, sekitar jam 7.30 malam, dia olahraga lagi dengan seorang pelatih pribadi.
Meski sudah berusia 70-an, CEO Disney yang akan lengser Bob Iger bangun jam 4 pagi dan berolahraga setidaknya 45 menit—dan dia juga bilang itu penting untuk kesuksesannya.
"Menjaga bentuk tubuh dan punya stamina sangat penting buat saya; itu dengan makan yang baik dan berolahraga," kata Iger ke podcast In Good Company. "Merawat tubuh dan pikiran saya sangat penting, saya tidak bisa melakukan pekerjaan ini jika saya tidak dalam kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik."